Dari Daun Katuk dan Kunyit, Mahasiswa IPB Ciptakan Pakan Ajaib Tingkatkan Produksi Susu

Daun katuk dan kunyit
(dok. IPB University)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari IPB University menghadirkan terobosan inovatif bernama Dairy Boost, sebuah produk feed additive berbasis ekstrak daun katuk, kunyit, dan mineral proteinat yang dikembangkan dengan teknologi nanoenkapsulasi.

Produk ini dirancang untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi susu sapi perah sekaligus menjaga kesehatan ambing, serta mengurangi ketergantungan pada impor produk susu.

Menurut perwakilan tim pengembang Dairy Boost, Saffanah Noor Faradisa, inovasi ini lahir dari permasalahan rendahnya produktivitas susu sapi perah di Indonesia.

“Sekitar 78 persen kebutuhan susu domestik masih dipenuhi melalui impor. Selain itu, penyakit mastitis subklinis dan keterbatasan kualitas pakan menjadi kendala utama dalam peningkatan produksi susu nasional,” jelas Saffanah, melansir IPB.

Hasil uji laboratorium menunjukkan Dairy Boost mampu meningkatkan produksi susu hingga 30 persen. Selain itu, produk ini juga efektif menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab mastitis subklinis berdasarkan uji zona hambat.

Pemilihan bahan baku daun katuk dan kunyit bukan tanpa alasan. Daun katuk mengandung senyawa terpenoid yang merangsang kelenjar susu, sedangkan kunyit memiliki sifat galactogogue dan kurkumin yang berperan sebagai antibakteri alami.

Mineral proteinat Zn dan Se turut menjaga sistem imun dan memperkuat stabilitas membran ambing. Uniknya, bahan yang digunakan berasal dari daun katuk dan kunyit tua yang umumnya tidak dikonsumsi manusia, sehingga tidak menimbulkan konflik dengan ketersediaan pangan.

Hal ini menjadikan Dairy Boost sebagai produk yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Saffanah menjelaskan, salah satu tantangan utama dalam formulasi pakan adalah degradasi senyawa aktif di lambung sapi, khususnya di rumen.

“Teknologi nanoenkapsulasi sangat penting di sini. Partikel nano melindungi senyawa aktif agar tidak rusak oleh mikroba rumen dan memastikan nutrien terserap optimal di usus halus,” tambahnya.

Lebih lanjut, teknologi ini memanfaatkan interaksi kitosan bermuatan positif dan sodium tripolyphosphate bermuatan negatif, membentuk lapisan nano yang tahan terhadap pH dan enzim pencernaan sekaligus meningkatkan bioavailabilitas senyawa bioaktif. Dengan begitu, efektivitas dan manfaat produk terhadap kesehatan sapi dapat maksimal.

Dairy Boost dipasarkan dengan harga Rp35.000 per kemasan 200 gram dan dosis harian hanya 20 gram per ekor sapi. Peningkatan produksi susu yang dihasilkan dapat menambah pendapatan peternak sekitar Rp17.500 per ekor per hari.

“Produk ini tidak hanya efisien secara ekonomi, tapi juga memberdayakan peternak lokal,” ujar Saffanah optimis.

Baca Juga:

Sampah Plastik Terdeteksi Otomatis, Inovasi Mahasiswa UNAIR Raih Best Presentation

SMARISH FEST 2025: Inovasi Mahasiswa UNNES Hadirkan Belajar Seru di Malaysia

Ke depan, Dairy Boost akan dikembangkan menuju hilirisasi dan produksi skala industri. Tim berencana menjalin kerja sama dengan pelaku industri dan petani lokal serta melakukan publikasi ilmiah untuk memperkuat kredibilitas produk di mata publik.

“Kami berkomitmen mendukung peternak lokal dalam menerapkan teknologi pakan yang ramah lingkungan dan efisien. Melalui Dairy Boost, kami berharap memberikan kontribusi nyata pada peningkatan produksi susu yang berkelanjutan,” tutupnya.

(Vini Virdiyanti/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City