Chef Arnold Kritik Program Makan Bergizi Gratis Usai Kasus Keracunan Massal

Chef Arnold
Chef Arnold (Instagram/@arnoldpo)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Chef Arnold Poernomo melontarkan kritik tajam terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Melalui akun X pribadinya, ia menilai meski konsep program ini baik, namun eksekusi di lapangan masih lemah hingga menimbulkan risiko besar bagi kesehatan masyarakat.

Menurut Chef Arnold, tujuan MBG untuk meningkatkan kualitas gizi dan menekan angka stunting seharusnya diimbangi dengan standar pengawasan yang ketat. Ia menyoroti maraknya kasus keracunan massal yang menimpa ribuan siswa di berbagai daerah akibat konsumsi paket makanan dari program tersebut.

“Programnya bagus, cuma eksekusinya kurang,” tulis Chef Arnold dalam unggahannya.

Ia juga menyayangkan dampak yang harus dirasakan anak-anak, orang tua, tim dapur, hingga tenaga medis akibat lemahnya pengawasan di lapangan.

Kritik ini muncul sebagai balasan atas cuitan warganet yang menilai Chef Arnold memiliki kompetensi untuk ikut memperbaiki kualitas MBG.

Seorang pengguna akun X bahkan mengingatkan bahwa juri MasterChef Indonesia tersebut pernah menganalisis menu dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari program serupa. Dukungan netizen pun mengalir agar ia dilibatkan dalam perbaikan program ini.

Tentang Program MBG

Program MBG resmi diluncurkan pada Januari 2025 di bawah pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN). Sasaran utamanya adalah kelompok rentan, termasuk anak usia sekolah, balita, ibu hamil dan menyusui, santri, serta masyarakat miskin.

Tujuan utama program ini meliputi peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, penurunan angka stunting, mendukung tumbuh kembang anak, meningkatkan prestasi belajar, serta menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan pelaku UMKM.

Baca Juga:

301 Siswa Keracunan, MBG di Bandung Barat Dihentikan Sementara

Usai Insiden Keracunan Massal, Wamen LHK Cicipi Menu MBG di Bandung

Kasus Keracunan Massal

Belakangan, implementasi MBG mendapat sorotan tajam setelah muncul laporan keracunan massal di berbagai wilayah Indonesia.

Kasus pertama tercatat pada Juli 2025 di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebelum meluas ke sedikitnya 16 provinsi termasuk Garut dan Bandung Barat.

Ribuan siswa menjadi korban, dengan dugaan penyebab mulai dari kontaminasi mikrobiologis, bahan kimia berbahaya, pengolahan yang tidak higienis, hingga lamanya jeda antara proses produksi dan distribusi makanan.

(Hafidah Rismayanti/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun
WhatsApp Image 2026-07-08 at 14.32
Diskominfo Kota Bandung dan Pekanbaru Perkuat Kolaborasi Penataan Fiber Optik dan Transformasi Digital