BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Anggota Faculty Advisory Board (FAB) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Lucia Karina, berhasil meraih penghargaan SDG Pioneer 2024 dari United Nations (UN) Global Compact.
Karina menjadi satu-satunya penerima penghargaan asal Indonesia sekaligus salah satu dari dua perwakilan kawasan Asia Pasifik.
Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Sebagai Direktur Public Affairs, Communication, and Sustainability di Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia, Karina dinilai berhasil mengembangkan inisiatif ekonomi sirkular yang mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi inklusif.
Program WASH+
Salah satu program andalannya, WASH+, tidak hanya menyediakan akses air bersih dan menjaga kelestarian sumber daya air, tetapi juga memberdayakan UMKM di sepanjang rantai pasok, sekaligus melibatkan ribuan pekerja pengelola sampah, yang disebut sebagai Punaryoddha.
“Penghargaan ini adalah hasil dari kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi seluruh tim CCEP Indonesia dan mitra kami dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis,” ungkap Karina, mengtip laman resmi UGM, Rabu (20/11/2024).
Ia menambahkan penghargaan tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa bisnis dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan kebaikan.
Menurutnya, integrasi konsep prosperity, people, dan planet yang seimbang, ditopang oleh partnership dan peace, dapat menciptakan nilai luar biasa bagi seluruh pemangku kepentingan.
Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan ini tidak bisa dicapai tanpa sinergi dari berbagai pihak.
“Kita membutuhkan kolaborasi pemerintah yang visioner, akademisi yang inovatif, masyarakat sipil yang kritis, dan komunitas yang aktif. Sinergi ini adalah kunci keberlanjutan sejati,” jelasnya.
Kolaborasi dengan FEB UGM untuk Masa Depan Berkelanjutan
Karina juga membuka peluang kolaborasi dengan FEB UGM untuk memperkuat dampak dari inisiatif keberlanjutan yang telah dijalankan.
Mahasiswa dapat terlibat melalui riset perilaku konsumen, studi model bisnis sirkular, kampanye perubahan perilaku, hingga pendampingan kewirausahaan bagi mitra UMKM.
Sementara itu, dosen diharapkan dapat memberikan masukan strategis dan pandangan kritis untuk memperkuat desain serta implementasi program.
“Kami sangat antusias untuk berkolaborasi dengan FEB UGM dalam memperluas dampak inisiatif ini,” ujarnya.
Strategis FAB FEB UGM
Ia juga menyoroti peran strategis FAB FEB UGM sebagai think tank yang dapat mengembangkan kurikulum berbasis keberlanjutan serta mendorong penelitian dan program inkubasi bisnis sosial yang berorientasi pada aspek ESG (Environment, Social, Governance).
Sebagai bagian dari kontribusinya di FAB, Karina berencana membawa tiga inisiatif utama, yaitu kepemimpinan keberlanjutan, platform inovasi berkelanjutan, dan pengintegrasian konsep keberlanjutan dalam budaya kampus.
Ia pun mengajak mahasiswa dan sivitas akademika FEB UGM untuk berani mengambil peran dalam menciptakan perubahan.
“Setiap individu punya potensi besar untuk menciptakan dampak positif. Jangan ragu memulai langkah kecil, karena setiap kontribusi, sekecil apa pun, bisa membawa kita pada masa depan yang lebih baik. If not you, then who? If not now, then when?” tegasnya.
Apresiasi FEB UGM
Wakil Dekan FEB UGM Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian Karina sebagai SDG Pioneer 2024.
Menurutnya, prestasi ini menegaskan peran FEB UGM dalam pembangunan berkelanjutan melalui kontribusi positif yang diberikan oleh seluruh komunitas akademika, alumni, dan FAB.
“FEB UGM turut berbangga atas pencapaian ini. Hal ini semakin memperkuat posisi kami sebagai institusi yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” tuturnya.
BACA JUGA: UGM Kembangkan Alat Praktis Deteksi Babi dalam Makanan
Lucia Karina dan FEB UGM kini bersiap untuk menjadikan keberlanjutan sebagai inti dari transformasi pendidikan dan bisnis di Indonesia, membuka jalan bagi generasi muda untuk terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
(Virdiya/Aak)