BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Puasa Tasua dan Asyura merupakan amalan yang penting dipahami oleh umat Muslim. Dilaksanakan pada bulan Muharram, puasa ini dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Berikut adalah penjelasan mengenai keutamaan puasa Tasua dan Asyura. Simak dalam artikel ini untuk mengetahuinya.
Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura
Melansir buku Panduan Muslim Sehari-hari karya Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha, berikut adalah beberapa keutamaan puasa Tasua dan Asyura:
1. Puasa Terbaik setelah Ramadan
Puasa Tasua dan Asyura adalah ibadah sunnah pada bulan Muharram. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW mengatakan bahwa berpuasa di bulan tersebut menjadi sebaik-baiknya puasa setelah Ramadan. Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya:
“Salat manakah yang lebih utama setelah salat fardhu?” Rasulullah menjawab, “Salat di tengah malam.” Kemudian ditanya lagi, “Puasa manakah yang lebih utama setelah puasa Ramadhan?” Rasulullah bersabda, “Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan bulan Muharram.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud)
2. Melebur Dosa Setahun Lalu
Puasa Asyura dapat menghapus dosa seseorang setahun lalu. Keutamaan ini berasal dari hadits riwayat Abu Qatadah Al Anshary, Nabi SAW bersabda:
“Puasa Arafah menghapus dosa dua tahun yang lalu dan yang akan datang, sementara puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)
3. Membedakan Umat Islam dan Yahudi
Puasa Tasua dikerjakan sebagai pembeda antara umat Islam dan Yahudi. Sebab, Yahudi mengerjakan puasa Asyura pada 10 Muharram. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW berkata:
“Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya.” (HR Ahmad)
4. Pahala Setara 10.000 Malaikat
Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya:
“Barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharam), maka Allah SWT memberinya pahala 10.000 malaikat. Barang siapa berpuasa di hari Asyura, maka ia diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumrah serta 10.000 pahala orang mati syahid. Barang siapa mengusap kepala anak yatim di hari tersebut, maka Allah SWT menaikkan dengan setiap rambut satu derajat. Barang siapa memberi makan kepada orang mukmin yang berbuka puasa di hari Asyura, maka seolah-olah ia memberi makan seluruh umat Rasulullah SAW yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka.” (HR Muslim)
5. Seperti Berpuasa 30 Hari
Keutamaan lainnya adalah setara dengan pahala puasa selama 30 hari. Sebagaimana dalam Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda:
“Orang yang berpuasa pada hari Arafah maka menjadi pelebur dosa dua tahun, dan orang yang berpuasa sehari dari bulan Muharram maka baginya sebab puasa setiap sehari pahala 30 hari puasa.” (HR At-Thabrani)
BACA JUGA: Bacaan Niat Puasa 1 Muharram dan Waktu Pelaksanaannya!
6. Sering Dilakukan Nabi Muhammad SAW
Puasa Asyura termasuk amalan yang sering Nabi Muhammad SAW lakukan. Hal ini sesuai dengan hadits dari Ibnu Abbas RA:
“Aku tidak pernah mendapati Rasulullah SAW menjaga puasa suatu hari karena keutamaannya dibandingkan hari-hari yang lain kecuali hari ini, yaitu hari Asyura dan bulan ini yaitu bulan Ramadan.” (HR Muslim)
Puasa tersebut memiliki banyak keutamaan yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.
(Kaje/Budis)