BKSDA Pasang Peringatan Buaya Berkeliaran di PIK Pasca Banjir

BKSDA Pasang Peringatan Buaya Berkeliaran di PIK Pasca Banjir
Papan peringatan larangan memancing karena ada biaya di Kali Cengkareng Drain kawasan PIK, Jakarta Utara (Dok. Radio Republik Indonesia)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pasca Banjir di kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Utara petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta memasang papan peringatan adanya buaya Liar. Papan peringatan itu dipasang di Kali Cengkareng, Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara.

Pemasangan ini dilakukan sebagai upaya antisipasi aktifitas masyarakat di sekitar kali yang sering memancing. Dalam papan peringatan tersebut bertuliskan adanya larangan bagi warga untuk beraktifitas seperti memancing, berenang hingga mencuci.

Adapun pemasangan papan larangan ini, petugas memasang di Jalan Pantai Indah Kapuk Selatan dan Jalan Elang Laut kawasan PIK. Kepala Resort Suaka Margasatwa Muara Angke BKSDA Jakarta Sukarman mengatakan, pihaknya telah melakukan peninjauan di lokasi muncul Buaya di Kali Cengkareng.

“Jadi dulu kawasan hutan mangrove ini cengkareng drain menjadi salah satu daya jelajah buaya. Habitat yang ada sekarang seperti suaka margasatwa dan hutan lindung jadi keluar masuk buaya sampai ke Cengkareng,” kata Sukarman mengutip RRI.

Menurut Sukarman kawasan Hutan Lindung dan Suaka Margasatwa Muara Angke masih menjadi satu wilayah habitat utama dari Buaya jenis Muara. Yang kerap kali terlihat muncul di tengah kali terutama saat terjadi banjir.

“Saat kondisi banjir pasti selalu muncul, memang kita selalu ada penjagaan di suaka margasatwa muara 24 jam. Manakala ada laporan masyarakat dan juga dekat area langsung kami tindak lanjut dengan adanya penemuan buaya di cengkareng drain tersebut,” ucapnya.

Meskipun sudah ada papan peringatan lelarangan mancing disekitar, salah satu warga Joenani (34) mengaku tetap memancing di kawasan tersebut. Meskipun demikian, dirinya terus waspada dengan kehadiran hewan predator itu.

BACA JUGA: BBKSDA: Ada Monyet Berkeliaran Jangan Memberi Makan!

“Intinya waspada saja lah, sebelumnya tahu kalau di kali ini ada buaya. Kita namanya banyak yang mancing itu kan nggak takut gitu emang kalau alasannya mancing di sini hiburan kan,” kata Joenani.

Buaya muara atau buaya bekatak adalah jenis buaya terbesar di dunia karena hidup di sungai-sungai dan di dekat laut (muara). Buaya ini juga dikenal dengan nama buaya air asin, buaya laut, dan nama-nama lokal lainnya.

 

(Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City