Berkaca pada Demo Agustus 2025, DPR dan Pemerintah Harus Benahi Kinerja

Demo DPR pemerintah
(Instagram/ketua dpr ri)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani mengatakan, gelombang demonstrasi besar-besaran yang terjadi menjadi  kericuhan dalam penghujung Agustus 2025 lalu sebagai peringatan ada yang perlu dibenahi. Ia meminta DPR maupun pemerintah harus berkaca atas peristiwa itu.

Hal itu, diutarakan dalam pidato penutupan masa persidangan I tahun sidang 2025-2026. Dalam pidatonya, puan membuka dengan menyinggung bahwa masa persidangan diawali dengan peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-80.

Akan tetapi, menurutnya, tak lama berselang setelah itu, Indonesia menyaksikan wajah lain dari memaknai kemerdekaan sebagai kebebasan.

“Ketika demonstrasi yang berujung anarkis, kerusuhan, dan runtuhnya rasa kemanusiaan akibat hasutan yang menyesatkan, menebar provokasi, membenarkan kekerasan dilakukan, dan dianggap wajar oleh sebagian pihak,” ucap Puan di ruang sidang paripurna, Gedung Nusantara II, Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, pada Kamis (02/10/2025).

Ia menilai, aksi protes yang berujung pada  kerusuhan itu menuntut kedewasaan dalam berdemokrasi. Ia berpendapat tidak ada pihak yang mutlak benar atau bersalah.

“Kita semua, termasuk DPR RI dan pemerintah, harus bercermin dan memperbaiki diri,” katanya.

BACA JUGA: 

Puan Paparkan Hasil Kinerja DPR Periode 2024/2025, Apa Saja Capaian Selama Ini?

Muncul Usulan Moratorium, Puan Desak Perpres MBG Segera Diterbitkan

Pasalnya, Puan melanjutkan, peristiwa itu merupakan isyarat penting bahwa ada yang belum berjalan dengan baik.

 “Bahwa ada yang salah dan harus kita perbaiki bersama,” ujarnya.

Ia pun  mengingatkan agar peristiwa demonstrasi akhir Agustus dijadikan pelajaran dan sebagai pengingat bagi seluruh elemen bangsa. Menurutnya, setiap peristiwa memang harus menjadi makna  pengingat, bahwa masih ada hal yang belum dijalankan dengan baik oleh negara dan masyarakat.

Sementara dalam rapat paripurna khusus beragendakan penyampaian laporan kinerja DPR tahun sidang 2024-2025, ia   sempat meminta anggota Dewan untuk bermawas diri. Dalam rapat itu, dilaksanakan sebelum rapat paripurna penutupan masa sidang.

Lebih lanjut, kata Puan, mawas diri dalam artian adalah mendengar berbagai kritik yang disampaikan rakyat, baik melalui demonstrasi hingga unggahan satire di kanal media sosial.

“Kritik rakyat bisa datang dengan berbagai cara. Halus, keras, bahkan kasar harus didengar sebagai suara rakyat,” kata Puan.

(Saepul)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City