Belasan Anak Diduga Jadi Korban Salah Tangkap dan Kekerasan Polisi di Polres Magelang Kota

Anak Korban Salah Tangkap
Ilustrasi. (Istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sebanyak belasan anak di bawah umur diduga menjadi korban salah tangkap dan dipaksa mengakui keterlibatan dalam aksi demonstrasi yang berujung ricuh di Polres Magelang Kota, Jawa Tengah, pada 29 Agustus 2025.

Dalam kesaksiannya, mereka mengaku mengalami kekerasan fisik selama proses interogasi oleh aparat. Kini, sejumlah orang tua dari para anak tersebut meminta pendampingan hukum kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta untuk mencari keadilan.

Salah satu orang tua, Hana Edi Pambudi, menceritakan bahwa pada malam kejadian, putranya yang berinisial ND berpamitan untuk bermain ke Kota Magelang sekitar pukul 19.00 WIB. Keluarga mereka merupakan warga Kabupaten Magelang.

Setibanya di Kota Magelang, ND memarkirkan sepeda motornya di sebuah minimarket dan sempat membeli jajanan. Namun, ketika keluar, ia mendapati motornya telah hilang dan berusaha mencarinya di sekitar lokasi.

“Kebetulan di sana pas ada demo,” kata Hana di Kantor LBH Yogyakarta, Kotagede, Kota Yogyakarta, DIY, Kamis (10/10/2025).

Menurut Hana, ND lalu menerima informasi sepeda motornya telah diangkut oleh petugas kepolisian.

Putra Hana memilih untuk mengecek kendaraannya di Polres Magelang Kota keesokan harinya, lantaran khawatir dengan situasi kericuhan di sana. ND pun memutuskan untuk tak pulang ke rumah dan bermalam di kediaman salah seorang rekannya, daerah Muntilan, Kabupaten Magelang.

Siang keesokan harinya atau pada 30 Agustus 2025, ND pulang ke rumah untuk mengambil STNK serta BPKB motor dan pergi menuju Polres Magelang Kota untuk mengambil kendaraannya.

“Di depan Polres, anak saya ketemu polisi. Ditanya mau apa, mau ambil motor lalu disuruh masuk. Katanya ‘nggak apa-apa, masuk aja’. Sampai di dalam langsung ditangkap polisi, dibawa ke sebuah ruangan lalu istilahnya diinterogasi,” ungkap Hana.

Selama pemeriksaan itu, kata Hana, ND ditanya hingga dipaksa mengaku ikut demo di Polres Magelang Kota. Karena merasa memang tak ikut demo, ND yang terus bersikukuh akhirnya mendapat tindak kekerasan dari petugas. Dia dipukuli, dihajar menggunakan helm juga sandal bersol keras.

“Selagi belum mengaku, terus dipukul, dihajar sama polisi yang menginterogasi tersebut,” kata Hana membeberkan pengakuan putranya.

Kondisi mental ND dikabarkan sempat terguncang. Menurut penuturan Hana, putranya akhirnya mengakui perbuatan yang tidak pernah ia lakukan karena takut terus mengalami kekerasan. Setelah itu, ND dipindahkan ke ruangan lain dan kembali mendapat perlakuan kasar, bahkan dicambuk menggunakan ikat pinggang oleh petugas.

Masih pada hari yang sama, sekitar pukul 17.00 WIB, Hana datang menjemput ND usai mendapat kabar dari istrinya. Saat tiba di Polres Magelang Kota, ia mengaku melihat sejumlah anak di bawah umur dan beberapa orang dewasa dalam kondisi memar dan luka akibat kekerasan.

“Bonyok-bonyok istilahnya. Mungkin mereka yang tertangkap (29 Agustus) malam hari. Ada yang bibirnya nyonyor, diperban kepalanya,” ujarnya.

Kata Hana, putranya bersama sejumlah anak-anak lain bisa pulang setelah Bupati Magelang, Zaenal Arifin melakukan mediasi ke kepolisian. Semua cerita di atas diperoleh dari ND sendiri yang sampai kini bersikeras mengaku tak ikut demo pada 29 Agustus.

“Walapun mereka demo, seharusnya diperlakukan sebagaimana mestinya (peraturan hukum),” ujarnya.

Ari Widodo dan Mala sementara menyebut anak mereka masing-masing mengaku tidak ikut demo tapi mendapat perlakuan tak manusiawi usai dibawa ke Polres Magelang Kota. Putra Ari berinisial P kena tampar banyak petugas.

Sedangkan putra Mala, SP mengaku kepalanya diinjak-injak menggunakan sepatu lars, hidung dan mulutnya berdarah karena ditonjok, pelipisnya lebam, punggungnya dicambuk memakai selang dan dipaksa melakukan push up 50 kali.

Sementara itu, anak Sumiyati yang berinisial DP turut menjadi korban salah tangkap. Ia diamankan petugas saat hendak menutup usaha angkringan yang dijaganya di depan Polres Magelang Kota. DP menutup warungnya setelah melihat situasi demonstrasi mulai memanas dan tidak kondusif.

Namun, bukannya dipulangkan, DP justru dibawa ke dalam Polres Magelang Kota dan mengalami kekerasan fisik. Petugas disebut menendang bagian pinggang serta tubuhnya agar mengaku ikut terlibat dalam aksi demo.

Baca Juga:

Kasus Korban Salah Tangkap di Cianjur Berakhir Damai

7 Polisi Cianjur Pelaku Salah Tangkap Diperiksa, Korban Babak Belur

“Anaknya Ibu Sum ini bekerja di angkringan tepat di depan Polres Magelang Kota. Dua jam sebelum kerusuhan, dia bahkan sempat menyuguhkan teh untuk polisi di sana. Tapi begitu situasi ricuh, dia menutup angkringannya karena takut, malah ditangkap” ujar Royan Juliazka Chandrajaya, Staf Divisi Advokasi LBH Yogyakarta.

Royan menambahkan, sejak kejadian itu, DP enggan kembali bekerja di lokasi yang sama karena mengalami trauma.

(Virdiya/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City