Arus Kendaraan ke Lembang Naik 23 Persen, Polisi Sebut Masih Terkendali

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Arus lalu lintas menuju kawasan Lembang mengalami peningkatan pada H+3 Lebaran 2026, meski kondisi secara umum masih dinilai terkendali.

KBO Satlantas Polres Cimahi, IPTU Bayu, mengatakan jumlah kendaraan yang masuk ke kawasan Lembang meningkat signifikan dibanding hari sebelumnya.

“Per hari Selasa, 23 Maret pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 7.657 kendaraan masuk, terdiri dari kendaraan lokal maupun luar daerah. Sementara pada 24 Maret mencapai 9.419 kendaraan, atau naik sekitar 23 persen,” kata Bayu saat ditemui di Lembang.

Ia menjelaskan kepadatan lalu lintas umumnya terjadi di titik persimpangan atau yang disebut sebagai trouble spot, terutama di kawasan simpang Beatrix yang menjadi pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah.

“Kalau di objek wisata itu hanya perlambatan karena penyempitan bahu jalan, belum sampai padat. Tapi kalau di persimpangan memang rawan macet karena terjadi pertemuan arus dari beberapa jalur,” ujarnya.

Menurut Bayu, pola kepadatan lalu lintas di Lembang memiliki zona waktu tertentu. Pada pagi hingga siang hari, arus kendaraan cenderung meningkat dari arah bawah menuju kawasan wisata, sedangkan pada sore hingga malam hari arus berbalik ke arah turun.

“Dari pukul 07.00 sampai 14.00 WIB itu arus naik ke atas karena wisatawan berkunjung. Setelah itu, sekitar pukul 14.00 sampai 22.00 WIB, arus mulai turun karena pengunjung pulang,” katanya.

Polisi Terapkan One Way Singkat, Maksimal 15 Menit
Untuk mengantisipasi kemacetan, kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) dan buka-tutup jalur secara situasional.

“Rekayasa dilakukan melihat titik kepadatan terpanjang, biasanya hanya sekitar 15 menit untuk mengurai antrean kendaraan,” ujar Bayu.

Meski terjadi peningkatan kendaraan, ia menyebut kondisi lalu lintas saat ini lebih terkendali dibanding puncak arus sebelumnya.

“Kalau melihat data, puncak arus sudah terjadi kemarin. Sekarang relatif normal, tidak terlalu padat. Bahkan di peta digital masih terlihat hijau, berbeda dengan sebelumnya yang sempat merah di semua jalur,” katanya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan, serta memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan pengemudi.

Ramai Pasca Lebaran, Pedagang Merasakan Dampak Positif

Sementara itu, salah satu pelaku usaha di kawasan Lembang mengaku tetap merasakan dampak positif dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan pasca Lebaran.

Seorang pedagang, Neng (54), mengatakan jumlah pengunjung sejak Lebaran tergolong ramai meski peningkatan omzet tidak terlalu signifikan.

“Alhamdulillah, lumayan ramai. Ada peningkatan, tapi tidak terlalu besar,” ujarnya.

Ia menilai kemacetan justru dapat memberikan peluang tambahan karena pengendara yang terjebak antrean kerap membeli dagangan di pinggir jalan.

“Mungkin berpengaruh juga, karena saat macet mereka jadi mampir beli,” katanya.

Menurut Neng, aktivitas pengunjung berlangsung hampir sepanjang hari, mulai pagi hingga malam.

“Dari pagi, siang, sore sampai malam penuh,” ujarnya.

Meski Macet, Lembang Tetap Jadi Pilihan Wisatawan

Di sisi lain, wisatawan asal Jakarta, Alfin (35), mengaku tetap merasakan kemacetan saat menuju Lembang, meski tidak terlalu parah.

“Macet ya pasti, tapi tidak terlalu parah karena dibantu one way,” katanya.

Ia menyebut perjalanan dari Jakarta menuju Lembang memakan waktu lebih lama dari biasanya.

“Kira-kira jadi satu jam lebih. Tentu mengganggu karena waktu tempuh lebih lama,” ujarnya.

Meski demikian, Alfin tetap memilih Lembang sebagai tujuan karena faktor kenyamanan dan daya tarik wilayah tersebut.

“Karena udaranya dingin dan sejuk, serta kulinernya enak. Wisata bukan tujuan utama saya, tapi memang suasananya yang dicari,” katanya.

Dengan kondisi yang masih terkendali, kawasan Lembang diperkirakan tetap menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan hingga akhir masa libur Lebaran, meski potensi kepadatan lalu lintas tetap perlu diantisipasi.

(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Muhammad Dewa Egi Maulana)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City