Anisimova Menapak Jejak Serena, Tantang Swiatek di Final Wimbledon

Amanda Anisimova Melaju ke Final Qatar Open 2025 (Foto: WTA)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Di tengah gegap gempita Centre Court Wimbledon, nama Amanda Anisimova menggema sebagai harapan baru tenis putri Amerika Serikat.

Petenis berusia 23 tahun itu menorehkan sejarah dengan melaju ke final Wimbledon untuk pertama kalinya dalam kariernya, usai menaklukkan petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka.

Langkah Anisimova terasa simbolik. Ia bukan hanya menciptakan kejutan besar di semifinal, tetapi juga menjadi petenis putri AS pertama yang menembus final Wimbledon sejak Serena Williams pada 2019, membuka kembali harapan hadirnya dominasi Amerika di turnamen tenis paling bergengsi di dunia.

“Ini sangat luar biasa. Saya belum terlalu memikirkan sejarahnya, tapi bisa berdiri di final Wimbledon, rasanya hampir tidak nyata,” ujar Anisimova dalam konferensi pers usai pertandingan.

Datang sebagai unggulan ke-13, Anisimova bukan favorit juara. Namun, ia menunjukkan mental petarung, terutama saat menundukkan Sabalenka yang dikenal garang dan konsisten musim ini.

Kemenangan ini mengantar Anisimova ke duel puncak menghadapi Iga Swiatek, ratu Grand Slam era baru dengan lima gelar di tangannya.

Keduanya belum pernah bertemu di level profesional WTA, tetapi sempat sekali bersua di level junior. Meski Anisimova datang sebagai underdog, ia tak gentar menghadapi tantangan.

“Iga adalah petenis yang luar biasa. Ia menginspirasi saya, baik dari cara bermain maupun kerja kerasnya. Bisa bertanding melawannya di final Grand Slam jelas akan menjadi momen istimewa,” ungkap Anisimova.

Di sisi lain, Swiatek mengakui belum banyak menyaksikan pertandingan Anisimova sepanjang turnamen. Namun ia menyadari, lawannya kali ini tampil memukau sepanjang turnamen.

“Ia bermain luar biasa di lapangan rumput. Gaya mainnya cocok di permukaan ini. Saya akan mempersiapkan diri secara taktik dan mencoba mengantisipasi kekuatannya,” tutur petenis asal Polandia itu.

Laga final yang digelar Sabtu (12/7) akan menandai tujuh tahun berturut-turut Wimbledon menobatkan juara baru di nomor tunggal putri.

Namun bagi publik Amerika, ini lebih dari sekadar final, ini tentang kebangkitan. Anisimova membawa harapan sebagai pewaris semangat Serena, sosok ikonik yang dulu menginspirasi banyak generasi muda, termasuk dirinya sendiri.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Inggris
Prediksi Skor Inggris vs Selandia Baru: Ujian Terakhir The Three Lions Sebelum Piala Dunia 2026
Haul Akbar Pesantren Cipasung
Ribuan Alumni Siap Hadiri Haul Akbar Masyayikh Pondok Pesantren Cipasung
Sosialisasi dan Edukasi di Bandung, KSEI Sampaikan Perkembangan Terbaru Pasar Modal
Sosialisasi dan Edukasi di Bandung, KSEI Sampaikan Perkembangan Terbaru Pasar Modal
Gensinimpact
Genshin Impact Account: Faktor yang Membentuk Akun Kuat di Era Modern Teyvat
Euro 2024
Prediksi Skor Belgia vs Tunisia, Setan Merah Incar Modal Positif Jelang Piala Dunia
Berita Lainnya

1

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara