BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Petenis asal Amerika Serikat Amanda Anisimova menutup perjalanan luar biasanya di Asia dengan torehan manis. Anisimova sukses merebut gelar juara China Open 2025 usai menundukkan Linda Noskova (Republik Ceko) lewat duel sengit tiga set, 6-0, 2-6, 6-2, dalam waktu 1 jam 46 menit di Beijing, Minggu (5/10).
Kemenangan ini menjadi gelar kedua Anisimova di musim 2025 setelah sebelumnya menjuarai turnamen WTA 1000 Doha, sekaligus gelar keempat dalam kariernya. Lebih dari itu, hasil ini menegaskan kebangkitannya sebagai salah satu kekuatan utama di tenis putri dunia.
Final berlangsung dengan alur dramatis. Anisimova tampil ganas di set pertama, menang telak 6-0 hanya dalam 23 menit, memaksa Noskova tak mampu berkembang. Namun, petenis unggulan ke-26 asal Ceko itu membalikkan momentum di set kedua, tampil agresif dan unggul 5-2 sebelum menyamakan kedudukan menjadi satu set sama.
Di set penentu, pertarungan sempat berjalan ketat hingga kedudukan 3-2. Tapi pengalaman dan ketenangan Anisimova membuat perbedaan. Ia mematahkan servis Noskova untuk unggul 4-2 dan akhirnya memastikan kemenangan lewat sebuah winner mematikan di match point pertamanya.
Begitu bola terakhir mendarat di luar jangkauan lawan, Anisimova menjatuhkan diri ke lapangan keras Beijing, menutupi wajahnya dengan tangan, sebuah ekspresi lega dan bahagia setelah perjalanan panjang yang penuh tantangan.
“Ini beberapa pekan yang luar biasa. Saya merasakan banyak cinta dari penonton dan dari tim saya,” ujar Anisimova melalui keterangan resmi usai laga, dikutip Senin (6/10/2025).
“Kami menghadapi banyak tantangan, tapi kami juga bersenang-senang. Mendapatkan kemenangan hari ini terasa sangat istimewa,” lanjutnya.
Baca Juga:
Amanda Anisimova Jadi Ancaman Serius di Wimbledon 2025
Kemenangan di Beijing datang hanya sebulan setelah ia mencapai final US Open, di mana ia harus mengakui keunggulan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka.
Dengan dua final Grand Slam dan dua gelar WTA 1000 dalam satu musim, musim 2025 menjadi titik balik terbesar dalam karier Anisimova, yang tahun lalu masih tertahan di peringkat 43 dunia.
Kini duduk di peringkat 4 dunia, Anisimova juga mencatat sejarah sebagai petenis putri Amerika ketiga yang menjuarai China Open, mengikuti jejak Serena Williams dan Coco Gauff.
Final ini juga menandai kedua kalinya dalam sejarah WTA 1000 dua petenis kelahiran tahun 2000-an bertemu di partai puncak, simbol peralihan kekuasaan generasi baru dalam tenis putri dunia.
(Budis)








