Angka Kematian Akibat Penyakit Tidak Menular Ternyata Lebih Tinggi, Simak Penjelasannya

Ternyata angka kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di dunia, lebih banyak dari penyakit menular.(foto:web)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TM.ID : Ternyata angka kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di dunia, lebih banyak dari penyakit menular.

“Sekitar 74 persen kematian di dunia terjadi akibat berbagai penyakit tidak menular, dan ini ekuivalen dengan 41 juta orang meninggal di dunia setiap tahunnya akibat penyakit tidak menular,” ungkap Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama, Selasa (17/1/2023).

Dari semua kematian akibat penyakit tidak menular di dunia, kata Tjandra, sebanyak 77 persen atau sekitar 31,4 juta terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia.

Tjandra yang juga mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara mengatakan setiap tahun di dunia ada 17 juta orang di bawah usia 70 tahun meninggal, karena penyakit tidak menular, 86 persen diantaranya juga terjadi negara berpenghasilan rendah dan menengah.

“Di sisi lain, 67 persen penyakit tidak menular mulai menyerang manusia pada usia di bawah 40 tahun, dan tentu mengganggu produktivitas kerjanya, serta pada skala besar juga produktivitas bangsa,” ujarnya.

Penyakit tidak menular yang utama di dunia, di antaranya penyakit kardiovaskuler, seperti serangan jantung dan stroke, berbagai jenis kanker, penyakit paru atau respirasi kronik, seperti penyakit paru obstruktif kronik dan asma bronkial, serta diabetes.

Tjandra mengatakan penyakit kardiovaskuler menyebabkan 17,9 juta kematian dalam setahun di dunia, kanker 9,3 juta kematian, penyakit paru kronik 4,1 juta kematian serta diabetes menyebabkan 2 juta kematian, termasuk juga penyakit ginjal yang berhubungan dengan diabetes.

Mantan DirJen Pengendalian Penyakit dan mantan Kepala Balitbangkes Kemenkes RI itu mengatakan pada umumnya PTM bersifat kronik.

“Sakitnya lama bertahun-tahun, dan terjadi akibat kombinasi dari faktor genetik, fisiologik, aspek lingkungan dan juga perilaku manusia,” katanya.

BACA JUGA: Di Indonesia, 12,5 Sampai 15Ribu Bayi Baru Lahir Alami Penyakit Jantung Bawaan

Sejumlah hal yang berkontribusi meningkatkan risiko kematian akibat penyakit tidak menular, di antaranya kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, efek buruk konsumsi alkohol, dan makanan yang tidak sehat.

Tjandra mengatakan terdapat empat prinsip dasar pengendalian penyakit tidak menular, di antaranya dicegah dengan deteksi, skrining, pengobatan dan pelayanan perawatan paliatif.

Menurut Tjandra, dunia sudah memiliki peta jalan untuk pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular 2023–2030.

“Peta jalan, di antaranya intervensi best-buys, yaitu kegiatan yang punya hasil besar untuk setiap upaya dan biaya yang dikeluarkan, misalnya program berhenti merokok,” katanya.

Selain itu, upaya penguatan sistem kesehatan secara keseluruhan, bukan hanya penguatan pelayanan spesialistik di rumah sakit, tetapi secara menyeluruh sejak pelayanan primer, dan juga kegiatan nyata program promotif preventif di lapangan.

Peta jalan lainnya adalah mengendalikan faktor risiko terjadinya penyakit tidak menular, hingga mengintegrasi pengendalian penyakit tidak menular ke dalam pelayanan kesehatan primer dan juga penerapan cakupan kesehatan universal.

“Artinya, semua lini kegiatan perlu dicakup pula dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kita. Selain empat kegiatan ini harus diikuti juga dengan komitmen yang kuat untuk mengurangi polusi udara dan meningkatkan upaya kesehatan kesehatan jiwa dan kesejahteraan,” katanya.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
IMG-20260725-WA0002
Wildan: Setiap Aspirasi Akan Kami Perjuangkan
IMG-20260725-WA0001
Nuryadi Tegaskan Aspirasi Warga Tak Berhenti di Reses, Siap Dikawal Hingga Masuk RKPD
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial