Alasan Keamanan, TikTok Terancam Alami Pemblokiran Total di AS

TikTok Terancam Diblokir
Ilustrasi (pixabay)

Bagikan

JAKARTA,TM.ID: TikTok semakin terdesak di Amerika Serikat (AS), dengan ancaman pemblokiran sepenuhnya terhadap platform asal Tiongkok itu. Langkah-langkah keras terhadap TikTok telah diambil di beberapa negara seperti India, Taiwan, Inggris, Australia, Kanada, dan Uni Eropa, dan sekarang AS bergabung dalam daftar tersebut.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS telah menyetujui rancangan undang-undang baru yang dikenal sebagai “Protecting Americans from Foreign Adversary Controlled Applications Act.” RUU ini bertujuan untuk melindungi warga AS dari ancaman keamanan nasional yang dianggap ditimbulkan oleh TikTok.

TikTok, yang merupakan anak perusahaan dari ByteDance, dituduh memiliki kaitan erat dengan Partai Komunis China. ByteDance diduga mengumpulkan data pengguna di AS dan membagikannya kepada pemerintah Tiongkok. Hal ini menjadi alasan utama di balik dorongan untuk memblokir TikTok di AS.

Komite Hubungan Luar Negeri Kongres AS telah menyetujui undang-undang yang memberikan Presiden Joe Biden kekuasaan untuk memblokir TikTok di AS serta aplikasi lain yang dimiliki oleh perusahaan China. Ini menciptakan situasi di mana TikTok harus terpisah dari ByteDance untuk dapat beroperasi di AS.

BACA JUGA: TikTok Luncurkan Program Baru, Dapat Cuan Lebih Mudah

Jika RUU “Protecting Americans from Foreign Adversary Controlled Applications Act” disahkan, toko aplikasi seperti Apple AppStore dan Google Play Store akan diharuskan menghentikan distribusi TikTok di AS. Artinya, TikTok akan diblokir sepenuhnya kecuali jika aplikasi tersebut dapat memisahkan diri dari ByteDance dalam enam bulan.

Pada November 2023, Montana menjadi negara bagian AS pertama yang mengeluarkan aturan resmi untuk memblokir TikTok di wilayah mereka. Langkah ini menunjukkan meningkatnya ketegangan terhadap TikTok di tingkat lokal di AS.

Ancaman pemblokiran TikTok di AS menciptakan ketidakpastian bagi pengguna dan industri teknologi secara keseluruhan. Langkah-langkah keras ini menyoroti pentingnya perlindungan data dan keamanan nasional dalam era digital saat ini.

Sementara itu, juru bicara TikTok Michael Hughes mengatakan, pihak Amerika mau mempertimbangan atas aturan yang akan diberlakukan tersebut. Mengingat, warga Amerika banyak yang terbantu dengan adanya aplikasi TikTok.

“Kami berharap Senat akan mempertimbangkan fakta, mendengarkan konstituennya, dan menyadari dampaknya terhadap perekonomian, 7 juta usaha kecil, dan 170 juta orang Amerika yang menggunakan layanan kami,” kata Hughes melansir The Verge, Jumat (15/3/2024).

 

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Performa Robi Darwis Dapat Sorotan Tajam
Performa Robi Darwis Dapat Sorotan Tajam, Bojan Hodak Pasang Badan
Kesenian Gembyung Subang - YouTube Kebudayaan Subang
Kesenian Gembyung: Warisan Budaya Tradisional Kabupaten Subang
Tasikmalaya Sandal Tarumpah
Keren! Tasikmalaya Punya Sandal Tarumpah
Fakta unik domba
Domba Hewan Mudah Ditipu, Gini Kata Dosen IPB!
Agnez Mo
Agnez Mo Trending di Media Sosial, Netizen Rindu Lagu Ballad Karya Sang Diva
Berita Lainnya

1

Daftar Pajak Isuzu Panther, Semua Tipe Lengkap!

2

Daftar Pajak Kijang Diesel, Semua Tipe Lengkap!

3

Tanggul Jebol, Ribuan Makam di TPU Bojongsoang Kabupaten Bandung Terendam Banjir

4

Inflasi Kota Bandung Hingga 10 Persen Akibat Lonjakan Harga Jelang Ramadan

5

Gubernur Dedi Mulyadi Perjuangkan Nasib Siswa yang Gagal Ikuti SNBP Akibat Kelalaian Sekolah
Headline
Peluncuran Bank Emas Prabowo
Peluncuran Bank Emas, Prabowo: Pertama dalam Sejarah Bangsa Indonesia
Anto Boyratan
Ukir Sejarah! Anto Boyratan Jadi Atlet Indonesia Pertama di Liga Basket Australia
BPBD Kabupaten Bandung, banjir
BPBD Kabupaten Bandung: Tanggul Jebol Sungai Cikapundung Kolot Genangi Ribuan Rumah Warga
Sampah Penuhi Sungai Citarum Kiriman dari Kota dan Kabupaten Bandung
BBWS Sebut Sampah Penuhi Citarum Kiriman Kota dan Kabupaten Bandung

Dapatkan fitur lebih lengkap di aplikasi Teropong Media.