Alasan Demokrat Setuju Pilkada via DPRD, Singgung Ongkos Politik Mahal

pilkada DPRD
Ilustrasi. (ICW)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Politikus Partai Demokrat yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, mengungkapkan alasan partainya kini mendukung usulan pemilihan kepala daerah (pilkada) dilakukan secara tidak langsung melalui DPRD.

Dede membantah Demokrat berbalik arah secara inkonsisten. Menurutnya, dinamika politik bersifat situasional dan terus berkembang mengikuti evaluasi dari waktu ke waktu. Ia menilai, pelaksanaan pilkada langsung selama sekitar satu dekade terakhir belum menunjukkan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sepuluh tahun ini kita melaksanakan pilkada langsung. Faktanya, berdasarkan data yang ada, kepala daerah hasil pemilihan terbuka belum tentu mampu meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara optimal,” ujar Dede, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (8/1/2026).

Ia menilai salah satu penyebab utama kondisi tersebut adalah tingginya ongkos politik. Akibatnya, tidak sedikit kepala daerah terjerat persoalan hukum setelah menjabat.

Meski demikian, Dede menegaskan Demokrat tetap menjunjung prinsip demokrasi. Ia menilai demokrasi tidak semata-mata dimaknai sebagai pemilihan langsung oleh rakyat, tetapi juga bisa dijalankan melalui mekanisme tidak langsung, yakni melalui DPRD.

“Pemilihan lewat DPRD tetap demokratis dan tidak melanggar undang-undang. Selain itu, mekanisme ini bisa menjadi solusi efisiensi dan penghematan anggaran negara,” katanya.

Dede menambahkan, Demokrat memandang penting adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pilkada langsung selama 10 tahun terakhir, termasuk dampak politik dan anggaran yang ditimbulkan.

Baca Juga:

Biaya Pilkada Mahal, Prabowo Lempar Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD

Usulan pilkada melalui DPRD rencananya akan dibahas dalam RUU Pemilu Omnibus Law yang masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026. Pembahasan RUU tersebut dijadwalkan berlangsung setelah Idulfitri, sekitar April hingga Mei mendatang.

Saat ini, terdapat enam fraksi di DPR yang secara terbuka menyatakan dukungan terhadap usulan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut, yakni Fraksi Gerindra, Golkar, PKB, NasDem, PAN, dan Demokrat.

Sikap Demokrat ini menandai perubahan posisi dari sebelumnya yang menolak pilkada tidak langsung. Pada 2014 lalu, Demokrat bersama PDI Perjuangan menentang kebijakan pilkada lewat DPRD. Penolakan itu bahkan mendorong Presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk membatalkan keputusan DPR.

Sementara itu, PKS mengambil posisi kompromi dengan mengusulkan pilkada melalui DPRD hanya diterapkan di tingkat kabupaten, sedangkan pemilihan gubernur dan wali kota tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat.

Hingga kini, PDI Perjuangan menjadi satu-satunya fraksi di parlemen yang secara tegas menolak usulan pilkada tidak langsung dan berada di luar koalisi pemerintahan.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Raih WTP ke-10, KDS Minta Kinerja dan Pelayanan Terus Ditingkatkan
Raih WTP ke-10, KDS Minta Kinerja dan Pelayanan Terus Ditingkatkan
DJP
DJP Dukung UMKM Naik Kelas via PP Nomor 20 Tahun 2026
Bupati Bandung Siapkan Langkah Terpadu Tangani Banjir, Sampah, dan Krisis Air saat Kemarau
Bupati Bandung Siapkan Langkah Terpadu Tangani Banjir, Sampah, dan Krisis Air saat Kemarau
Spanyol
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Berita Lainnya

1

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
Puluhan Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya Tematik 2026
Puluhan Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya Tematik 2026
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik