Aktifkan Kembali 6 TPST, Pemkot Bandung Kejar Target Pengolahan Sampah 450 Ton per Hari

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat penanganan persoalan sampah dengan mengoptimalkan pengolahan di tingkat kota. Berbagai langkah strategis dilakukan, mulai dari reaktivasi fasilitas hingga penguatan peran masyarakat dalam mengelola sampah.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq menjelaskan, strategi utama yang dilakukan adalah mengaktifkan kembali sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang sebelumnya sempat tidak beroperasi karena masa pemeliharaan.

“Sekala kota itu 100 ton per hari peningkatan pengolahannya dan harapannya bisa selesai dalam waktu satu bulan. Jadi rencananya yang kita lakukan adalah aktivasi dari TPST yang kemarin sempat ada masa pemeliharaan seperti di Nyengseret, Tegallega, Cicukang Holis, itu akan kita aktifkan kembali,” ujarnya, dikutip pada Kamis (30/4/2026).

Ia mengungkapkan, secara keseluruhan terdapat enam lokasi TPST yang akan dioptimalkan kembali. Dari keenam titik tersebut, DLH menargetkan mampu menambah pengelolaan sampah hingga 100 ton sampah per hari dari eksisting 350 ton yang telah terolah. Sehingga target sampah yang terolah mencapai 450 ton.

Menurut Salman, proses pengaktifan kembali TPST tidak bisa dilakukan secara instan karena memerlukan kesiapan administrasi dan teknis. Saat ini, DLH tengah melengkapi berbagai dokumen serta memastikan kesiapan infrastruktur agar operasional berjalan optimal.

Selain itu, kerja sama dengan berbagai pihak juga terus dilakukan, termasuk dengan TNI. Salah satu fasilitas pengolahan berada di lahan milik TNI, yakni di Secapa, yang saat ini sedang dalam proses koordinasi untuk diaktifkan kembali.

“Kita terus komunikasi untuk mengaktifkan teknologi pengolahan yang sudah terpasang di sana,” ujarnya.

Di sisi lain, DLH tetap mendorong pengurangan sampah dari sumbernya melalui edukasi kepada masyarakat. Pengolahan sampah organik seperti komposting, rumah maggot, hingga pengolahan gas terus didorong agar berjalan konsisten di tingkat kewilayahan.

Sementara itu, untuk pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti, Salman menyebutkan bahwa kuota pengiriman masih dibatasi sekitar 980 ton per hari. Namun, dengan tingginya timbulan sampah beberapa waktu terakhir, kuota tersebut diperkirakan habis lebih cepat dari jadwal.

“Di akhir minggu ini kita sudah kehabisan kuota. Namun kita upayakan titik-titik krusial tetap diangkut, sementara lokasi lain dilakukan penjadwalan dan pengaturan rute yang ketat,” ujarnya.

Beberapa titik penumpukan sampah sempat menjadi perhatian, salah satunya di kawasan Pasar Induk Gedebage yang kini telah berhasil dibersihkan. Namun, titik lain seperti eks TPA Dago dan kawasan Ciwasta masih memerlukan penanganan bertahap.

“Untuk eks TPA Dago dan Ciwasta masih terus kita upayakan penanganannya,” ujarnya.

DLH juga mengantisipasi potensi masuknya sampah dari luar kota, terutama di wilayah perbatasan. Pengawasan dan koordinasi lintas wilayah terus diperkuat guna mencegah penumpukan kembali.

Dalam waktu dekat, bantuan mesin pengolahan sampah dari TNI Angkatan Darat akan mulai diuji coba. Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat pengurangan timbulan sampah di lapangan.

“Awal bulan depan direncanakan commissioning test. Mudah-mudahan bisa membantu mengurangi sampah, khususnya di Ciwasta,” katanya.

Sementara itu, program pengolahan sampah organik berbasis masyarakat seperti Gaslah menunjukkan kinerja yang cukup baik. Bahkan, target pengolahan kerap terlampaui dari target awal sekitar 40 ton per hari.

“Target 25 kilogram per orang per hari dengan kumulatif sekitar 40 ton seringkali terlampaui. Tinggal kita pastikan pengolahan pascanya berjalan optimal,” katanya.

DLH juga mendorong pengaktifan kembali fasilitas pengolahan organik di tingkat kewilayahan, seperti komposter, bata terawang, dan rumah maggot.

Jika terjadi kelebihan kapasitas, pengolahan akan dialihkan ke fasilitas yang telah disiapkan, termasuk di eks TPA Jelekong yang saat ini difungsikan sebagai lokasi produksi kompos dan media tanam.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City