BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Isu hak cipta dan pembayaran royalti lagu kembali menjadi sorotan, terutama setelah musisi ternama Ahmad Dhani menyuarakan pentingnya izin dan pembayaran kepada pencipta lagu.
Hal ini ia buktikan melalui sikapnya sendiri dalam membawakan lagu-lagu ciptaan bersama mendiang Erwin Prasetya, seperti ‘Kamulah Satu-satunya’ dan ‘Kirana’.
Dalam perbincangan dengan musisi Anji Manji, Ahmad Dhani mengungkapkan bahwa ia secara konsisten membayarkan royalti kepada Erwin Prasetya setiap kali lagu-lagu tersebut dibawakan dalam konser.
“Kalau gua kayak Once, gua nggak perlu bayar lagi, biar aja WAMI (Wahana Musik Indonesia) yang bayar ke Erwin. Tapi karena gua punya wisdom, rasa kebijaksanaan gua lebih besar, gua transfer langsung,” ujar Dhani, dikutip dari unggahan YouTube resminya, Kamis (27/2/2025).
Sikap ini, menurut Dhani, bukan sekadar kewajiban hukum tetapi juga bentuk penghormatan terhadap pencipta lagu.
“Itu yang namanya wisdom,” tambahnya dengan tegas.
Perseteruan dengan Once Mekel Terkait Hak Cipta
Pernyataan Ahmad Dhani juga menyinggung perseteruannya dengan mantan vokalis Dewa 19, Once Mekel, yang pernah menjadi sorotan publik.
Kala itu, Dhani geram karena Once tidak membayarkan royalti setiap kali membawakan lagu Dewa 19 dalam konsernya.
Meski Once juga turut menciptakan beberapa lagu yang dinyanyikannya, Dhani menegaskan bahwa kejelasan soal hak cipta tetap harus dihormati.
“Dewa nih main lagu ya, 30 lagu, konser tur, setiap tur ya. Itu kan kita nyanyiin lagu, dua lagu, ada satu lagu ‘Kamulah Satu-satunya’ kan gua ngarang sama Erwin Prasetya, ‘Kirana’ kan sama Erwin Prasetya,” ungkap Dhani.
BACA JUGA:
Ahmad Dhani Sindir Marcell Siahaan Soal Kasus Hak Cipta Agnez Mo
Melly Goeslaw Desak Pemerintah Lindungi Seniman di Tengah Kasus Hak Cipta Agnez Mo
Hak Cipta dan Kebijakan Royalti
Isu hak cipta di industri musik kerap menjadi perdebatan, terutama mengenai mekanisme pembagian royalti. Ahmad Dhani sendiri menegaskan bahwa penghormatan terhadap pencipta lagu adalah bagian dari etika bermusik.
Sebagai bukti komitmennya, ia tetap membayar royalti meskipun sudah ada lembaga yang mengatur pembagian tersebut.
“Setiap kali lagu itu dibawakan?” tanya Anji dalam perbincangan mereka.
“Iya. Itu yang namanya wisdom,” jawab Dhani menegaskan bahwa ini adalah bentuk kebijaksanaan yang ia pegang teguh.
Permasalahan hak cipta masih menjadi tantangan di industri musik Indonesia. Ahmad Dhani ingin memberikan contoh bagaimana seorang musisi seharusnya bersikap dalam menghargai karya orang lain.
Dengan membayar royalti secara langsung kepada pencipta lagu, ia berharap praktik ini bisa menjadi standar bagi musisi lain.
Sikap Dhani yang tegas terhadap hak cipta ini menjadi pengingat bahwa di industri kreatif, apresiasi terhadap karya orang lain bukan hanya soal kewajiban hukum, tetapi juga soal integritas dan penghormatan terhadap sesama musisi.
(Hafidah Rismayanti/Usk)