2 Korban Meninggal Akibat Miras saat Pesta Juara Persib, Ini Langkah Farhan

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung merespons sejumlah dampak pasca perayaan juara Persib Bandung dengan langkah cepat dan tegas, terutama terkait penertiban minuman keras (miras), penanganan sampah, serta pemulihan fasilitas publik.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan keprihatinannya atas adanya korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas yang diduga dipicu konsumsi minuman keras selama perayaan berlangsung. Ia menyebut, korban meninggal dunia bertambah menjadi dua orang.

“Semalam ditemukan lagi korban wafat yang kedua. Kecelakaan lalu lintas karena minuman keras lagi,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (25/5/2026).

Temuan di lapangan juga menunjukkan tingginya konsumsi miras selama perayaan. Dalam dua malam terakhir, petugas mendapati sampah botol minuman keras hingga mencapai satu mobil pick up. Kondisi ini dinilai menjadi indikator kuat perlunya penindakan lebih tegas.

Pemkot Bandung, lanjut Farhan, akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menggelar razia besar-besaran terhadap peredaran miras ilegal. Penertiban akan difokuskan pada jalur distribusi dan penjualan yang tidak memiliki izin.

“Kita akan habis-habisan. Yang ilegal-ilegal kita sikat semua,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkot Bandung memastikan tidak akan ada lagi kegiatan perayaan besar terkait Persib dalam waktu dekat.

Di sektor kebersihan, Pemkot mencatat adanya peningkatan volume sampah hingga sekitar 10 persen selama dua hari terakhir. Tambahan sampah diperkirakan mencapai sekitar 50 ton, terutama di titik-titik keramaian dan jalur perayaan.

Tidak hanya sampah, aktivitas warga yang masih berpesta hingga larut malam juga menimbulkan persoalan ketertiban. Petugas gabungan bahkan menemukan sejumlah warga dalam kondisi mabuk di ruang publik.

Sebagai langkah respons, jajaran Pemkot Bandung melakukan patroli dan pembersihan sejak malam hingga dini hari guna memastikan kondisi kota tetap terkendali.

Sementara itu, kerusakan fasilitas publik juga menjadi perhatian serius. Sedikitnya 35 titik taman di Kota Bandung dilaporkan mengalami kerusakan akibat tingginya aktivitas masyarakat selama perayaan. Saat ini, proses perbaikan tengah dilakukan secara bertahap.

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Farhan menilai perayaan juara Persib merupakan momen kebahagiaan bagi masyarakat Bandung. Ia menyebut euforia tersebut sebagai salah satu perayaan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini mungkin pesta terbesar tahun ini. Tapi tidak apa-apa, tiga hari pesta untuk 362 hari kebahagiaan,” katanya.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City