BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Tim Yamaha Factory Racing memilih meniadakan sesi wawancara dengan media setelah hasil mengecewakan pada seri pembuka MotoGP Thailand 2026. Langkah tersebut diambil untuk meredam situasi internal, menyusul kekecewaan mendalam yang dirasakan pembalap andalan mereka, Fabio Quartararo.
Balapan yang digelar di Sirkuit Buriram menjadi awal musim yang sulit bagi pabrikan asal Jepang tersebut. Empat pembalap Yamaha hanya mampu mengoleksi total tiga poin, dengan Quartararo finis di posisi ke-14 sebagai hasil terbaik tim. Ia tertinggal hampir 30 detik dari pemenang lomba, Marco Bezzecchi.
Emosi Memuncak
Kekecewaan makin terasa karena ini merupakan debut penuh mesin V4 Yamaha dalam balapan resmi. Proyek yang digadang-gadang membawa Yamaha kembali bersaing di barisan depan justru belum menunjukkan performa menjanjikan.
Laporan Motorsport Espana menyebut Quartararo sangat emosional usai balapan. Seorang sumber internal tim mengungkapkan bahwa pembalap Prancis itu menyelesaikan lomba dalam kondisi marah, sehingga manajemen memutuskan membatalkan sesi media demi menghindari pernyataan yang berpotensi memicu polemik.
Langkah ini tergolong tidak lazim di MotoGP, karena pembalap umumnya tetap menjalani kewajiban wawancara pascabalapan. Namun pihak promotor, MotoGP Sports Entertainment Group (sebelumnya dikenal sebagai Dorna), dikabarkan memahami situasi dan menerima permintaan Yamaha.
Baca Juga:
Marco Bezzecchi Jadi Pilar Aprilia hingga Era 850cc MotoGP
Tekanan Tambahan di Musim Terakhir
Tanda-tanda frustrasi sebenarnya sudah terlihat sejak kualifikasi. Berbeda dengan musim sebelumnya ketika ia mampu mengamankan lima pole position, kali ini Quartararo bahkan gagal menembus sesi kualifikasi kedua.
Musim 2026 juga menjadi tahun terakhirnya bersama Yamaha sebelum pindah ke Honda pada 2027. Situasi ini diperkirakan menambah tekanan dalam hubungan kedua pihak sepanjang musim berjalan.
Di tengah performa yang belum kompetitif, muncul pula spekulasi bahwa Yamaha mempertimbangkan kembali penggunaan mesin inline-four lama sebagai solusi sementara. Meski bisa menjadi jalan pintas jangka pendek, langkah tersebut berpotensi menjadi pukulan telak bagi proyek V4 yang tengah dikembangkan.
Dengan hasil pembuka yang jauh dari harapan, Yamaha kini berada di bawah sorotan besar untuk segera menemukan solusi teknis sebelum ketegangan internal berkembang menjadi krisis yang lebih dalam.











