Wamen PKP: Rumah Subsidi 18 Meter Bukan Program 3 Juta Rumah Prabowo

rumah subsidi 18 meter
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, (X/insightpolitica08)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.IDRumah subsidi 18 meter persegi yang tengah jadi sorotan berbagai pihak dipastikan tidak termasuk dalam program pembangunan 3 juta rumah yang dirancang pemerintah

Hal itu diungkap oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah di Jakarta, Rabu (18/6/2025).

“Itu tidak boleh karena bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman yang mengatur tentang luas minimum rumah. Kalau ada yang mau bangun dan jual rumah ukuran kecil, silakan saja, tetapi itu tidak termasuk dalam program pemerintah,” kata Fahri.

Fahri menyatakan, program pembangunan 3 juta rumah yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto tetap mengacu pada ketentuan hukum yang mengatur standar luas bangunan, keamanan, dan kenyamanan.

Pemerintah, kata dia, telah menggandeng berbagai lembaga untuk memastikan rumah-rumah yang dibangun memenuhi standar tersebut.

“Setiap tahun, kita bekerja sama dengan lembaga-lembaga untuk memastikan bahwa rumah-rumah yang dibangun adalah rumah sehat, hijau, dan nyaman. Kita membangun rumah untuk keluarga, bukan sekadar tempat berteduh,” tegasnya.

Baca Juga:

Rumah Subsidi 18 Meter Persegi Dinilai Bukan Standar Manusia

Pemerintah Usahakan Cicilan Rumah Subsidi 18 Meter Persegi Rp 600 Ribu per Bulan

Ia menjelaskan bahwa secara komprehensif, Presiden Prabowo melalui Satuan Tugas (Satgas) Perumahan mengarahkan program ini agar berkontribusi terhadap pengurangan angka kemiskinan, penyerapan tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi hingga 8%.

Strategi tersebut diwujudkan melalui renovasi rumah-rumah di pesisir dan desa, serta pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan.

“Ini semua berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 yang juga sudah diperkuat oleh putusan Mahkamah Konstitusi. MK sudah menegaskan bahwa ketentuan itu tidak bisa diubah. Bahkan SDGs menuntut kita untuk menyediakan perumahan yang lebih layak, bukan makin diperkecil. Kita harus ikut arus modernisasi, masa mau mundur dengan rumah yang makin sempit,” tegas Fahri.

Saat ditanya apakah Fahri telah melakukan komunikasi dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait tekait dengan rumah subsidi yang diperkecil dia menjawab singkat.

“Ya tanya sama Pak Menteri,” tutupnya.

Sebelumnya, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengungkap rencana nominal besaran cicilan rumah subsidi 18 meter persegi.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati menyebut, nilai cicilan rumah subsidi tersebut diharapkan bisa ditekan hingga Rp 600 ribu per bulan. Diketahui, saat ini nominal cicilan masih sekitar Rp 1 juta-an per bulan.

“Insyaallah kalau memang nanti ke depan kita sudah banyak masukan dari semua stakeholder dengan harga yang nanti lebih murah, ternyata itu cicilannya juga kita dorong bisa lebih murah bisa 600 sampai 700 ribu sebulan,” ujarnya di Lobby Nobu Bank, Selasa (17/6/2025).

Meeki demikian, Sri mengatakan pihaknya masih mendiskusikan terkait harga rumah subsidi dengan para pengembang dan juga perbankan. Namun, ia berharap cicilan untuk rumah subsidi dengan ukuran yang lebih kecil dari umumnya bisa menjadi lebih murah.

“Jadi hitung-hitungannya kita sedang eksplor ya. Kita simulasikan gitu. Tapi harapannya untuk bisa lebih turun dibanding harga cicilan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) yang sekarang,” kata dia.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City