BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Jelang musim mudik Lebaran, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengeluarkan kebijakan tegas melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggunakan kendaraan dinas untuk keperluan mudik.
Larangan tersebut diberlakukan untuk memastikan kendaraan dinas hanya dapat digunakan sesuai dengan tugas operasionalnya.
“ASN tidak boleh menggunakan mobil dinas untuk mudik. Kendaraan dinas itu dipakai untuk dinas saja, sesuai area operasionalnya. Jangan dipakai mudik, apalagi unit di bawahnya,” kata Farhan, Jumat (21/3/2025).
Larangan ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mengatur penggunaan fasilitas negara agar tetap sesuai dengan peruntukannya.
Farhan berharap para ASN dapat menjadi contoh untuk menaati peraturan tersebut dan tidak menyalahgunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.
Selain memberikan larangan kepada ASN, Pemkot Bandung juga tengah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik. Salah satu langkah yang akan dilakukan yakni pemantauan terhadap kesiapan kendaraan umum.
“Pada 27 Maret, kami bersama Dinas Perhubungan akan mulai memantau kesiapan kendaraan umum,” ujarnya.
BACA JUGA:
Kunjungi Kabupaten Tasikmalaya, Wamendagri Bima Arya Ingatkan ASN Netral
Efisiensi Anggaran, 6 Unit Mobil Dinas KPU Kota Bandung Ditarik
Selain itu, untuk membantu warga yang ingin pulang ke kampung halaman, Pemkot Bandung menyediakan lima bus gratis yang akan diberangkatkan ke wilayah timur.
Farhan pun mengingatkan, Bandung bukan hanya menjadi kota yang ditinggalkan oleh pemudik, tetapi juga menjadi tujuan bagi banyak orang yang pulang kampung maupun berwisata saat libur Lebaran.
Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat Bandung untuk bersama-sama menjadi tuan rumah yang baik.
“Bandung bukan hanya mengirimkan pemudik ke luar kota, tetapi juga menjadi tujuan mudik dan wisata. Mari kita bersama-sama menjadi tuan rumah yang baik dalam menyambut para tamu yang datang,” pungkasnya.
(Rizky Iman/Usk)