Wacana Pengaturan Jam Operasional Kendaraan, Menuai Pro Kontra Masyarakat Bandung

Wacana Pengaturan Jam Operasional
Lalu lintas di Fly Over Ciroyom (Rizky Iman/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mencanangkan peraturan terkait pengaturan jam operasional kendaraan untuk mengurangi tingkat kemacetan yang kerap terjadi terutama di jam sibuk. Meski begitu, wacana tersebut menuai pro kontra di berbagai kalangan masyarakat.

Zeid Rizky Yusuf (35) salah seorang warga Kota Bandung menyambut baik rencana pengaturan jam operasional kendaraan. Menurutnya, hal tersebut bisa turut mengurai kemacetan terutama di jam sibuk pagi dan sore hari.

“Ya biasanya kan macet pagi dan sore itu karena semua orang beraktivitas di jam yang relatif berdekatan. Mungkin ini bisa jadi upaya pemerintah untuk menekan kemacetan yang tiap hari dirasa semakin parah,” kata Zeid, Rabu (23/10/2024).

Selain itu, dirinya menilai banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi secara tidak efisien membuat kemacetan semakin parah. Tak hanya itu, kondisi sekolah yang berada di jalan sibuk tak jarang membuat antrian kendaraan tak terhindarkan.

“Banyak orang kan suka bawa kendaraan apalagi mobil yang isinya cuma satu orang. Ini kan terkadang menjadi salah penyebab juga, sehingga pemerintah bisa memberikan regulasi tentang ini,” ucapnya

Berbanding terbalik dengan Yadi (31) pria yang berprofesi sebagai supir ekspedisi ini menilai pengaturan jam operasional kendaraan hanya akan mempersulit sebagian kelompok masyarakat khususnya yang membawa kendaraan besar.

“Ujung-ujungnya kendaraan besar khususnya ekspedisi pasti akan diberi jam operasional yang agak siang. Sedangkan kita juga punya deadline untuk mengantarkan barang secepatnya. Dilema juga kan,” ujarnya

Sementara itu , DPRD Kota Bandung meminta Pemkot untuk melakukan kajian yang lebih detail dalam upaya mengatasi kemacetan. Salah satu faktor yang membuat kemacetan tidak terhindarkan disebut karena bertambahnya jumlah kendaraan.

“Usaha-usaha pemerintah dalam mengurai kemacetan sangat kita apresiasi, walaupun usaha ini sudah berulangkali dilakukan jauh sebelumnya. Namun memang hasilnya belum signifikan perihal pengaturan jam,” kata anggota Komisi C DPRD Kota Bandung, Andri Rusmana.

Andri ingat betul, dulu Kota Bandung sempat menggratiskan angkutan umum untuk siswa sekolah. Hal tersebut bertujuan agar penggunaan kendaraan pribadi bisa ditekan. Namun seiring waktu, kebijakan itu menguap begitu saja.

Belum lagi, aturan zonasi sekolah yang bertujuan agar siswa bisa lebih dekat menuju sekolah dan diharapkan lebih banyak warga yang berjalan kaki atau menggunakan angkutan umum. Akan tetapi lagi-lagi, hal tersebut belum bisa menekan kemacetan.

“Harapannya bisa dengan berjalan kaki atau memakai sepeda atau motor saja sehingga bisa mengurangi kemacetan. Usaha ini sudah berjalan namun belum terlihat hasilnya. Pada kenyataannya berarti sistem zonasi sekolah kurang berhasil menekan kemacetan, berarti ada yang salah kajiannya,” ujarnya

Andri juga menyebut, penyebab kemacetan yang tidak terbendung di Kota Bandung adalah bertambahnya kendaraan bermotor baru secara signifikan. Menurutnya, hal itu jadi salah satu akar masalah kemacetan.

BACA JUGA: Sempat Ditutup Akibat Banyak Kecelakaan, Flyover Ciroyom Direncanakan Beroperasi Akhir Oktober

“Kalau dilihat menurut saya tidak terbendungnya pertambahan kepemilikan kendaraan baru yang lebih dominan menjadi masalah kemacetan di Kota Bandung,” imbuhnya

Andri pun berharap ada integrasi yang memadai antara fasilitas angkutan umum dengan kawasan perkantoran dan sekolah.

“Maka cita-cita dahulu adalah bagaimana mengintegrasikan kendaraan umum dengan fasilitas perkantoran dan sekolah yang ada, seperti tersedianya tempat parkir sepeda mudah didapatkan dekat pemberhentian angkutan umum untuk menuju tempat tujuan,” pungkasnya.

 

 

(Rizky Iman/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City