Virus Corona Varian BRZ batCoV Ditemukan di Brasil

BRZ batCoV
(iStock)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Para ilmuwan menemukan jenis virus corona baru pada spesies kelelawar di Brasil yang dikenal sebagai kelelawar berjanggut (moustached bats).

Melansir Times of India Sabtu (8/11/2025), virus ini diberi nama BRZ batCoV. Hal yang menarik, virus ini memiliki kemiripan genetik dengan SARS-CoV-2 yaitu virus penyebab COVID-19.

Temuan ini mengungkap virus sejenis mungkin telah beredar lebih lama di wilayah Amerika Latin, namun tidak terdeteksi karena minimnya pengambilan sampel dan pemantauan satwa liar.

Penemuan ini menegaskan perlunya peningkatan pengawasan terhadap populasi kelelawar, karena virus yang hidup di alam dapat berevolusi dan suatu saat berpotensi menular ke manusia.

Selain itu, temuan ini juga memberikan wawasan baru mengenai bagaimana virus corona berkembang secara alami dari waktu ke waktu.

Penelitian yang dimuat di platform ilmiah BioRxiv menyatakan keberadaan BRZ batCoV memberikan bukti bahwa mutasi genetik penting pada virus yang dapat muncul secara alami, tanpa campur tangan laboratorium.

Hal ini memperkuat pemahaman tentang evolusi virus corona dari hewan liar.

Salah satu hal paling menonjol dari BRZ batCoV adalah adanya furin cleavage site, yaitu bagian kecil dalam struktur virus yang memudahkan virus untuk masuk ke sel tubuh inangnya, termasuk sel manusia.

Fitur ini sebelumnya sempat menjadi bahan perdebatan karena dianggap sebagai bukti manipulasi laboratorium pada virus Covid-19.

Menurut Dr. Kosuke Takada dari Universitas Osaka, fitur tersebut dapat muncul secara alami melalui proses evolusi yang berbeda pada garis keturunan virus corona.

Dengan kata lain, kemunculan furin cleavage site pada BRZ batCoV mendukung teori fitur serupa pada SARS-CoV-2 juga bisa muncul di alam tanpa rekayasa manusia.

Para ahli seperti Prof. Stuart Neil dari King’s College London menegaskan fitur ini sebenarnya tidak langka dan bisa ditemukan pada berbagai jenis virus.

Ia menambahkan tekanan evolusi yang membuat fitur ini terbentuk pada kelelawar atau setelah virus berpindah ke spesies lain masih belum sepenuhnya dipahami.

Prof. David Robertson dari University of Glasgow juga menjelaskan beberapa bagian genom virus corona memang sangat mudah bermutasi, sehingga kemunculan fitur seperti ini merupakan fenomena alami yang dapat terjadi berulang kali.

Virus BRZ batCoV ditemukan melalui sampel jaringan usus dari 70 ekor kelelawar di wilayah Maranhao dan Sao Paulo, Brasil.

Baca Juga:

Cek, Ini Peta Persebaran Virus Hanta di Indonesia

3 Spesies Tikus Pembawa Virus Hanta: Kasus Hantavirus Ditemukan di KBB

Hingga kini, tidak ada bukti bahwa virus ini dapat menginfeksi manusia atau hewan lainnya. Selain itu, virusnya sendiri belum berhasil diisolasi secara fisik. Studi ini berdasarkan analisis genetik digital.

Walaupun tidak menunjukkan ancaman langsung, temuan ini menyoroti pentingnya pemantauan kesehatan satwa liar, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini kurang diteliti seperti Amerika Selatan.

Sejauh ini, penelitian virus corona lebih banyak berfokus pada Asia, Afrika, dan Timur Tengah.

Dr. Takada menegaskan penemuan seperti ini menunjukkan potensi kemunculan penyakit baru sebenarnya tersebar di seluruh dunia, bukan hanya di wilayah tertentu.

Memantau keragaman virus pada hewan liar menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit, sebelum virus tersebut beradaptasi dan menular ke manusia.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City