Viral Video “Cukur Kumis”, Ketika Rasa Penasaran Jadi Senjata di Media Sosial

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh kemunculan video bertajuk “cukur kumis” yang viral di TikTok sejak awal Februari 2026. Meski hanya berdurasi singkat dan tanpa konteks jelas, video ini justru memicu lonjakan rasa penasaran publik dan perburuan besar-besaran terhadap versi lengkapnya.

Fenomena tersebut bermula dari unggahan akun TikTok @fefeq60 yang menampilkan seorang perempuan berkerudung hitam dan mengenakan hoodie. Dalam video berdurasi sekitar 11 detik itu, sang perempuan tampak berbicara di depan kamera, namun suaranya tertutup musik latar yang tengah populer di TikTok.

Alih-alih menampilkan isi yang jelas, video tersebut sengaja dipotong dan diberi keterangan singkat “Day 1 ngonten cukur kumis”. Strategi ini terbukti efektif. Dalam waktu singkat, video tersebut meraih jutaan tayangan dan ratusan ribu interaksi.

Algoritma, Tren, dan Celah Rasa Penasaran

Pakar menilai viralnya video ini bukan semata karena isi, melainkan karena kombinasi algoritma media sosial dan psikologi pengguna. Penggunaan sound yang sedang tren—yang telah dipakai lebih dari satu juta video—serta tagar populer seperti #dayinmylife, #hijab, dan #viral membuat konten ini mudah terdorong ke halaman For You Page (FYP).

Psikolog digital Universitas Padjadjaran, Dr. Siti Nurhaliza, menyebut fenomena ini sebagai praktik curiosity gap.

“Ketika informasi disajikan setengah-setengah, otak manusia terdorong untuk melengkapinya. Inilah yang dimanfaatkan banyak kreator dan, sayangnya, juga pelaku kejahatan siber,” jelasnya.

Baca Juga:

Video Viral Tuduh BAP Diubah Jadi Perkara Narkoba, Polisi Bantah Rekayasa Kasus

Viral! Apa Itu Whip Pink?

Dari Konten Viral ke Ancaman Siber

Seiring meningkatnya pencarian “video cukur kumis full”, muncul berbagai tautan yang mengklaim menyimpan versi lengkap video tersebut. Namun, di balik rasa penasaran itu, tersimpan risiko serius.

Kepala Divisi Siber Kominfo Jawa Barat, Ahmad Fauzi, mengungkapkan bahwa pihaknya mendeteksi lonjakan akses ke domain mencurigakan yang memanfaatkan isu video viral tersebut.

“Sebagian besar tautan itu mengarah ke situs berbahaya, mengandung malware, atau situs dewasa ilegal. Ini pola lama yang terus berulang,” ujarnya.

Kominfo mencatat, sejak 2024 lebih dari 200 ribu tautan dengan modus serupa telah diblokir. Judul provokatif seperti “video full”, “link rahasia”, atau “tanpa sensor” kerap digunakan untuk menjebak pengguna.

Rumor Penangkapan dan Konten Rekayasa

Tak hanya soal tautan palsu, isu lain yang ikut beredar adalah kabar penangkapan pemeran perempuan dalam video tersebut. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian yang membenarkan informasi tersebut.

Fakta di lapangan menunjukkan, sejumlah kreator justru memanfaatkan rumor ini dengan membuat konten seolah-olah penangkapan benar terjadi. Video rekayasa tersebut kembali memancing atensi dan memperpanjang siklus viral.

Konten Viral Tak Selalu Nyata

Hingga Rabu (4/2/2026) sore, tidak ditemukan bukti valid bahwa video “cukur kumis” versi asli mengandung konten eksplisit. Potongan yang beredar kuat diduga hanya strategi untuk meningkatkan klik dan interaksi.

Kominfo mengimbau masyarakat agar lebih kritis dan tidak mudah terpancing rasa penasaran. Pengguna disarankan tidak mengeklik tautan tidak resmi, menghindari unduhan aplikasi pihak ketiga, serta memanfaatkan fitur pelaporan konten mencurigakan di platform media sosial.

“Konten viral tidak selalu berarti nyata. Literasi digital adalah benteng utama agar masyarakat tidak menjadi korban,” tegas Ahmad Fauzi.

Fenomena video “cukur kumis” menjadi pengingat bahwa di era algoritma, perang perhatian sering kali lebih penting daripada isi konten itu sendiri. Di tengah banjir informasi, sikap waspada dan kritis menjadi kunci agar rasa penasaran tidak berujung penyesalan.

(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Robby Nuzula Ramadhan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City