JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Polda Metro Jaya menanggapi aksi seorang mahasiswa yang mencoret kain penutup kepala (jilbab) Polwan saat kegiatan penyampaian pendapat di kawasan Mabes Polri pada Jumat (27/2/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa kain penutup kepala yang digunakan personel Polwan merupakan bagian dari kelengkapan berpakaian serta berfungsi sebagai penutup aurat.
“Kain penutup kepala yang digunakan personel Polwan merupakan bagian dari kelengkapan berpakaian dan memiliki fungsi sebagai penutup aurat sehingga tidak semestinya dijadikan sarana ekspresi yang bernuansa provokatif,” ujar Budi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Aspirasi Secara Beradab
Budi mengimbau agar penyampaian pendapat dilakukan secara beradab, tanpa tindakan yang merendahkan martabat maupun berpotensi memancing emosi di lapangan.
Ia menegaskan bahwa Polri menghormati hak warga dalam menyampaikan pendapat, namun pelaksanaannya harus tetap tertib, santun, dan beretika.
“Personel kami di lapangan melayani kegiatan penyampaian pendapat secara humanis. Namun cara menyampaikan aspirasi juga harus menjaga etika serta menghormati pihak lain,” ujarnya.
Meski terdapat insiden tersebut, Polda Metro Jaya menyebut secara umum kegiatan unjuk rasa berjalan aman dan tertib.
Dalam pengamanan aksi di depan Mabes Polri, Polda Metro Jaya mengerahkan 3.992 personel.
Sebanyak 3.093 personel berasal dari Polda Metro Jaya dan diperkuat oleh personel dari polres jajaran.
Pelibatan ribuan personel tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib serta menjaga aktivitas masyarakat tetap kondusif, khususnya pada bulan Ramadhan.
Baca Juga:
Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok, Pesan Pilu Sang Kekasih Viral
Soal Motif Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau, Polisi: Karena Cinta Ditolak
Latar Belakang Aksi Demonstrasi
Sebelumnya, akun Instagram @bemui_official mengunggah informasi terkait aksi demonstrasi di Mabes Polri pada Jumat (27/2).
Aksi tersebut disebut berkaitan dengan kematian seorang siswa madrasah berinisial AT (14) yang diduga melibatkan anggota Brimob. Demonstrasi dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 WIB dengan titik aksi di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang mahasiswi mengenakan jaket kuning mengambil kain penutup kepala dari salah satu personel negosiator Polwan. Mahasiswi tersebut kemudian menuliskan tulisan yang dinilai tidak pantas pada kain tersebut dan mendokumentasikannya.
Polda Metro Jaya menyatakan peristiwa tersebut menjadi pembelajaran agar seluruh pihak dapat menjaga ketertiban dan etika dalam penyampaian aspirasi di ruang publik.











