Video Polri Pahlawan Masa Kini Dirujak Warganet, Dianggap Tak Sesuai Realita

Video Polri Pahlawan Masa Kini
(Instagram/divisihumaspolri)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Divisi Humas Polri tengah menjadi sorotan publik setelah merilis video promosi bertajuk “Pahlawan Masa Kini” yang dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI). Video tersebut menuai berbagai kritik di berbagai platform media sosial.

Dalam video promosi yang diunggah melalui akun resmi Polri itu menampilkan visual dramatis: sosok polisi bersayap, penjaga dunia maya, hingga penolong di tengah bencana banjir. Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa polisi adalah pahlawan modern, atau “pahlawan tanpa jubah”. Namun sayangnya, tayangan tersebut bukan menjadi inspirasi tapi justru dibanjiri komentar negatif dari warganet.

Netizen ramai-ramai mengkritik kualitas visual dalam video tersebut yang dinilai tidak autentik dan terputus dari realitas kehidupan nyata. Banyak yang mempertanyakan keputusan menggunakan AI yang seharusnya menampilkan dokumentasi asli dari aktivitas polisi di lapangan, yang dinilai jauh lebih relevan dan menyentuh.

Respons Publik Didominasi Sentimen Negatif

Data di berbagai platform media sosial menunjukkan bahwa respons terhadap video ini didominasi oleh sentimen negatif. Beberapa indikatornya antara lain:

1. Perbandingan komentar negatif dan positif mencapai rasio 99:1

2. Jumlah dislike jauh melampaui like

3. Masuk dalam trending topic di Twitter/X dengan nada kritik

4. Menjadi bahan perbincangan di grup WhatsApp, sebagian besar dengan nada sinis

Lima Alasan Video AI Polri Jadi Kontroversial

Setidaknya ada lima faktor utama yang memicu kontroversi terhadap video ini:

1. Minim Autentisitas: Visual berbasis AI dianggap tidak mencerminkan kenyataan tugas polisi.

2. Isu Anggaran: Penggunaan teknologi AI dinilai sebagai pemborosan, terutama bila tidak diimbangi dengan hasil berkualitas.

3. Diskoneksi dengan Realitas: Tayangan tidak mencerminkan situasi di lapangan, menciptakan jarak dengan publik.

4. Ketiadaan Dokumentasi Nyata: Publik mempertanyakan mengapa tidak digunakan rekaman asli dari aktivitas kepolisian.

5. Waktu Tayang yang Tidak Tepat: Video dirilis di tengah berbagai isu sensitif yang melibatkan institusi kepolisian.

Potensi Dampak Terhadap Citra Institusi

Kontroversi ini berisiko memperburuk citra Polri di mata masyarakat. Beberapa dampak potensial yang dapat muncul antara lain:

1. Krisis Kepercayaan: Publik semakin meragukan transparansi dan kejujuran institusi.

2. Kesenjangan Kredibilitas: Tayangan yang tidak sejalan dengan realitas dapat memperlebar jarak antara citra dan kenyataan.

3. Kegagalan Strategi Komunikasi Publik: Gagalnya kampanye ini bisa dikategorikan sebagai krisis dalam komunikasi institusi.

4. Pengawasan Anggaran: Proyek-proyek berbasis teknologi akan mendapat sorotan lebih tajam dari publik dan lembaga pengawas.

Di samping itu banyak yang menganggap video itu tidak sesuai realita di lapangan.

“adik+keponakan saya hilang sudah 5 hari, laporan tidak diterima..bayar..bayar..bayar..kami bukan org kaya jadi hanya pasrah dengan keadaan. Mana ada pahlawan yg menyusahkan org lain,” tulis akun Instagram @ut******mi.

“Pahlawan itu diakui bukan mengakui. Contohlah Damkar yg beneran kerja beneran bantu rakyat tanpa hrs ada uang pelicin tanpa koar koar apalagi ngaku pahlawan,” kata akun @is****_d**. Komentar sejenis bahkan mengusulkan polisi diganti Damkar.

Akun lainnya menyebutkan lebih percaya polisi tidur daripada postingan polri pahlawan. Banyak juga yang menyatakan bahwa unggahan Humas Polri tersebut termasuk hoaks.

Kritik tak kalah tajam datang dari berbagai akun netizen yang mempertanyakan alasan penggunaan teknologi AI. Berikut beberapa komentar yang mencuat.

Baca Juga:

Saudia Airlines Dapat Teror Bom, Menko Polkam Minta TNI-Polri Usut

Bima Arya Larang Ormas Pakai Seragam Mirip TNI/Polri

“Budget segede gaban tapi bikin video pakai AI. Mending dananya buat training officer aja,” kata @war*net_k (akun disamarkan).

*“Video AI ini malah bikin image polisi tambah buruk. Kayak gak ada prestasi nyata yang bisa dipamerin” tulis @cit*zen_id (akun disamarkan).

(Virdiya/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Spanyol
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
SPMB Kota Bandung
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Berita Lainnya

1

Jembatan Cirahong, Satu-satunya Jembatan Susun di Indonesia

2

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri