JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Clara Shinta kembali jadi sorotan. Kali ini bukan soal konten atau aktivitas di media sosial, melainkan keputusan besar dalam kehidupan pribadinya.
Selebgram tersebut resmi menggugat cerai sang suami, Muhammad Alexander Assad, usai mencuat dugaan skandal video call dewasa (VCS) dengan seorang selebgran Tri Indah R alias Keyndah.
Gugatan Sudah Resmi Didaftarkan
Clara memastikan proses perceraian bukan lagi sekadar ancaman atau emosi sesaat. Gugatan cerai disebut telah resmi masuk ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
“Sejauh ini Insya Allah saya mantap untuk berpisah, sudah didaftarkan ke PA Jaksel.”
Ia juga meminta doa agar proses yang sedang dijalani berjalan lancar, mengingat keputusan berpisah bukan perkara ringan.
Yang membuat kisah ini terasa pahit, Clara mengaku masih memiliki rasa sayang besar kepada suaminya. Namun rasa itu disebut tak cukup menutup luka akibat dugaan pengkhianatan.
“Saya sayang banget sama dia… Saya juga syok luar biasa.”
Pengakuan itu menunjukkan konflik batin yang tidak sederhana: antara cinta yang masih tersisa dan kecewa yang terlanjur dalam.
Permintaan Maaf Tak Selalu Menyembuhkan
Menurut Clara, sang suami telah berulang kali meminta maaf dan menunjukkan penyesalan mendalam. Namun bagi dirinya, persoalan utama bukan sekadar ucapan maaf.
“Tetap namanya hati wanita sudah sakit… sudah tidak ada timbul kepercayaan lagi.”
Kalimat ini menjadi inti masalah: ketika kepercayaan runtuh, hubungan tak lagi berdiri di fondasi yang sama.
Baca Juga:
Deddy Corbuzier Semprot Keras Steven Wongso: Lo Cari Atensi?
Rossa Meradang Soal Isu Operasi Plastik Gagal, Puluhan Akun Disomasi!
Mediasi Masih Terbuka
Meski menggugat cerai, Clara belum sepenuhnya menutup pintu komunikasi. Ia masih membuka ruang mediasi dan pertemuan lebih lanjut bila memang diperlukan.
Namun saat ini, komunikasi dengan sang suami disebut berjalan melalui kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga.
Kasus ini memperlihatkan bahwa hubungan yang terlihat baik dari luar bisa menyimpan badai di dalam.
Bagi Clara Shinta, keputusan berpisah mungkin terasa pahit. Tetapi kadang, langkah paling berat justru diambil demi menyelamatkan diri dari luka yang terus berulang.
(Dist)











