BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pelatih Timnas Italia, Luciano Spalletti, mengungkapkan, timnya hanya akan menggunakan satu penyerang tengah dalam laga perempat final UEFA Nations League melawan Jerman pada Maret mendatang.
Pertandingan ini menjadi krusial bagi Italia dalam persiapan menuju Kualifikasi Piala Dunia 2026. Jerman diprediksi akan tampil dengan tekanan tinggi, sehingga Spalletti menilai strategi dengan dua penyerang tidak ideal untuk menghadapi laga tersebut.
Spalletti menjelaskan bahwa formasi tim akan sangat bergantung pada gaya bermain lawan. Jika menghadapi tim yang bertahan dengan blok rendah, formasi dua penyerang tengah bisa lebih efektif untuk menembus pertahanan lawan. Namun, dalam laga melawan Jerman, pendekatan berbeda akan diterapkan.
“Jika Anda memainkan formasi 3-5-2 melawan tim dengan blok rendah, itu akan lebih sulit untuk menembus mereka. Dalam kasus seperti itu, dua penyerang kotak penalti bisa lebih mengancam,” ujar Spalletti kepada La Gazzetta dello Sport, dikutip Minggu (9/2/2025).
BACA JUGA: Prancis Taklukkan Italia 3-1 di San Siro dalam Matchday ke-6 UEFA Nations League 2024/25
Namun, ia menilai Jerman kemungkinan akan bermain agresif dengan tekanan tinggi, sehingga formasi dengan satu penyerang tengah lebih sesuai.
“Jerman tidak akan bermain dengan blok rendah. Mereka akan menekan kami secara agresif. Jadi, Retegui dan Kean bersama-sama lebih menjadi senjata untuk pertandingan selanjutnya,” lanjutnya.
Italia saat ini memiliki dua penyerang yang sedang dalam performa terbaik, yaitu Mateo Retegui dan Moise Kean, yang masuk dalam daftar pencetak gol terbanyak Serie A.
Namun, Spalletti harus mempertimbangkan pendekatan taktis yang lebih efektif untuk menghadapi tekanan Jerman.
Keputusan akhir soal susunan pemain masih akan ditentukan dalam sesi latihan mendekati pertandingan. Namun, indikasi kuat menunjukkan Italia akan mengandalkan satu penyerang tengah dalam laga penting ini.
Italia akan menghadapi Jerman di perempat final UEFA Nations League pada Maret 2025. Kemenangan dalam laga ini bisa menjadi modal penting bagi Azzurri dalam membangun tim untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026.
(Budis)