Massa Usir Paksa Turis di Raja Ampat, karena Tambang Ditutup?

turing diusir raja ampat
(Instagram/folkkonoha)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Seiring dengan polemik tambang nikel di kawsan Raja Ampat, Papua Barat Daya, kini kembali menjadi sorotan. Sebab, munculnya aksi pengusiran wisatawan asing oleh masyarakat adat yang terekam dan viral di media sosial.

Dari salah satu unggahan video akun @folkkonoha, terlihat turis merasa terancam dengan pengusiran sekelompok masyarakat yang menggunakan sebuah perahu.

Mereka tampak emosional dan berteriak ke arah kapal berisi turis asing yang tengah bersandar. Bahkan, tangga besi speed boat digoyang-goyangkan sebagai bentuk penolakan kehadiran kapal wisata tersebut.

“4 izin tambang ditutup, momen masyarakat adat lakukan pengusiran kpd wisatawan  saat berlibur di Raja Ampat,” tulis keterangan video, dikutip Kamis (12/06/2025).

Menurut informasi yang beredar , insiden ini terjadi di Pulau Wayag, wilayah utara Raja Ampat. Warga yang terlibat dalam pengusiran diketahui berasal dari komunitas adat sekitar Wayag.

Mereka menyampaikan kekecewaan dan kemarahan setelah pemerintah pusat mencabut empat Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah mereka.

Pengusiran ini terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan pencabutan empat IUP dari perusahaan tambang nikel yang sebelumnya beroperasi di kawasan Raja Ampat.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat terbatas kabinet pada Senin, 9 Juni 2025, dan menuai beragam respons dari masyarakat lokal.

Empat perusahaan yang izinnya dicabut adalah:

  1. PT Anugerah Surya Pratama

  2. PT Nurham

  3. PT Melia Raymond Perkasa

  4. PT Kawai Sejahtera

(Saepul)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian