Toprak Razgatlioglu Frustrasi Disuruh ‘Main Aman’ dengan Ban Michelin yang Sensitif

Toprak Razgatlioglu
Toprak Razgatlioglu (Foto: dok.MotoGP).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Toprak Razgatlioglu menghadapi tantangan besar dalam debutnya di MotoGP 2026, terutama karena ban Michelin yang sensitif dan instruksi tim Pramac untuk main aman.

Juara WorldSBK tersebut mengaku kesulitan menyesuaikan gaya berkendara Superbike-nya dengan karakter motor MotoGP, khususnya ban belakang yang berbeda jauh dari pengalaman sebelumnya.

Toprak mengungkapkan bahwa ban depan saat ini dalam kondisi yang sempurna, namun ban belakang tetap sulit dikendalikan.

“Kalau Pirelli di WorldSBK selip, masih mudah dikendalikan. Tapi Michelin kalau selip, dia tidak berhenti lagi,” kata Toprak dikutip dari crash.net, Selasa (10/2/2026).

“Rider lain sudah mengenal ban ini lebih baik, tapi bagi saya ini sangat sulit. Tim selalu bilang ‘ride smooth’, tapi mengatakan itu mudah, melakukannya sulit,” lanjutnya.

Baca Juga:

Yamaha Siapkan Toprak Razgatlıoglu untuk MotoGP 2026

Kesulitan itu semakin terasa saat Toprak mengikuti rekan setim Pramac, Jack Miller, di tes Sepang. Ia mencoba memahami area yang perlu diperbaiki dan menyesuaikan gaya berkendara dengan motor V4 baru.

“Jack banyak membantu saya hari ini, saya mengikutinya beberapa lap untuk memahami cara mengambil beberapa tikungan yang masih sulit bagi saya. Saya kuat dalam pengereman, tapi tikungan panjang masih menjadi masalah. Jack sangat kuat di tikungan panjang,” ujar Toprak.

Meski demikian, tes Sepang menunjukkan progres yang cukup positif. Toprak mencatat waktu terbaik 1:58,326 detik pada hari terakhir, hanya tertinggal 0,746 detik dari Jack Miller dan 1,924 detik dari pace-setter Alex Marquez (Gresini Ducati).

Meskipun belum menembus target 1 menit 57 detik, catatan waktunya menandakan adaptasi yang mulai membaik dibandingkan hari pertama.

Toprak juga melakukan beberapa eksperimen pada kuda besinya, termasuk menaikkan posisi setang motor.

“Ya, sekarang saya seperti mengendarai touring bike!” katanya.

Perubahan ini membantu pengereman, tetapi mengurangi sedikit top speed dan grip di beberapa tikungan.

“Biasanya saya tidak membungkuk terlalu jauh, tapi sekarang saya mulai menyesuaikan gaya berkendara saya, karena MotoGP membutuhkan hal ini,” tambahnya.

Perbedaan mendasar antara Superbike dan MotoGP juga menjadi tantangan tersendiri, khususnya dalam penggunaan ban belakang. Di Superbike, Toprak terbiasa melakukan sliding untuk akselerasi dan memutar motor, sedangkan di MotoGP membuka gas harus dilakukan lebih hati-hati dan halus agar tidak kehilangan grip.

“Kami mungkin akan mencoba beberapa settingan berbeda di Thailand, karena saya perlu bantuan untuk menikung dan mendapat grip lebih,” ujarnya.

Meskipun menghadapi banyak kesulitan, Toprak tetap optimistis menghadapi debutnya. Ia berharap bisa terus meningkatkan adaptasi terhadap motor V4 baru ini dan memanfaatkan tes terakhir sebelum balapan pertama di Buriram pada 21-22 Februari.

Kombinasi kesabaran, eksperimen setup, dan belajar dari rekan setim membuat Toprak menunjukkan bahwa meski frustrasi, ia tetap berkomitmen menghadapi tantangan ban Michelin dan menyesuaikan gaya Superbike-nya agar siap bersaing di level tertinggi balap motor dunia.

Dengan proses yang konsisten, eksperimen settingan yang matang, dan bantuan dari Miller, Toprak menunjukkan bahwa adaptasi ke MotoGP bukan hal yang mustahil.

(Magang UIN Bandung/Dewa)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Pemain Timnas Indonesia Persib
Timnas Indonesia Dibayangi Persaingan Selisih Gol, John Herdman Harus Benahi Lini Serang
IMG-20260928-WA0007
Pancasila dalam Genggaman, Ribuan Pelanggan PLN Majalaya Ikut Jaga Transparansi lewat SwaCAM
Polri di Bawah TNI dan Kemendagri
2.373 Personel Gabungan Amankan Indonesia vs Malaysia di GBK, Pengamanan Diperketat
IMG-20260926-WA0021
Jokowi Puji PSI Kota Bandung, Dorong Kader Aktif di Masyarakat
Evaluasi Program di Ciambar Sukabumi, Menakar Peran Kampus bagi Masyarakat Desa
Evaluasi Program Pengabdian Universitas Trisakti di Ciambar Sukabumi, Menakar Peran Kampus bagi Masyarakat Desa
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

3

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
bank bjb UPI
bank bjb dan UPI Berkolaborasi Perluas Manfaat bagi Civitas Akademika dan Masyarakat
bank bjb Buka Kantor Cabang Pangandaran, Perkuat Akses Keuangan dan Potensi Ekonomi Pesisir
bank bjb Buka Kantor Cabang Pangandaran, Perkuat Akses Keuangan dan Potensi Ekonomi Pesisir