Debut Uji Coba MotoGP 2026, Toprak Razgatlioglu Ubah Gaya Balap di Sepang

Toprak Razgatlioglu
Toprak Razgatlioglu (Foto: Dok.MotoGP)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – MotoGP 2026 mulai memperlihatkan cerita menarik dari garasi Yamaha, seiring langkah awal Toprak Razgatlioglu menapaki kelas utama. Juara World Superbike tiga kali itu kembali menambah jam terbangnya di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada hari pertama tes kolektif yang diikuti seluruh pembalap MotoGP.

Setelah lebih dulu mencicipi sesi Shakedown sebagai pembuka musim dingin, pembalap asal Turki tersebut melanjutkan program adaptasinya bersama Yamaha M1 bermesin V4. Meski masih berada di papan bawah catatan waktu, fokus Toprak pada tes kali ini bukan semata soal kecepatan, melainkan memahami karakter motor dan menemukan posisi berkendara yang paling sesuai dengan postur tubuhnya.

Baca Juga:

Toprak Razgatlioglu Petakan Target Bersama Pramac Yamaha di MotoGP 2026

Dengan tinggi badan 1,85 meter, Toprak mengakui ergonomi menjadi tantangan tersendiri. Ia memilih menggunakan jok belakang yang lebih tinggi dan memanjang, konfigurasi yang menurutnya memberi kontrol lebih baik saat pengereman serta kestabilan di beberapa tikungan. Pendekatan ini membuat tampilannya mencuri perhatian, terutama karena berbeda dari rekan-rekan Yamaha lainnya yang masih mengandalkan setelan konvensional.

Namun, proses adaptasi belum sepenuhnya mulus. Toprak masih merasa kesulitan saat bermanuver di tikungan akibat setang yang belum ideal. Ia menyebut belum menemukan kenyamanan maksimal untuk mengimbangi gaya balap MotoGP yang menuntut presisi tinggi, terutama saat menikung dalam kecepatan tinggi.

Perbedaan pendekatan setelan dengan pembalap Yamaha lain pun diakui Toprak sebagai bagian dari eksperimen awal. Jika rekan setimnya masih mempertahankan setelan tahun lalu, Toprak justru mencoba arah berbeda demi menyesuaikan motor dengan kebutuhan fisiknya.

Dalam hal pengereman, murid Kenan Sofuoglu itu menilai perubahan gaya mengemudi menjadi pekerjaan rumah terbesar. Ia harus meninggalkan kebiasaan dari World Superbike dan mulai mengadopsi pendekatan ala MotoGP yang lebih halus namun menuntut konsistensi. Meski belum mampu mempertahankan kecepatan di beberapa tikungan, Toprak tetap memandang fase ini sebagai bagian penting dari proses pembelajaran.

Bagi Toprak Razgatlioglu, tes Sepang bukan sekadar soal posisi di papan waktu. Lebih dari itu, ini adalah fase krusial untuk membangun fondasi jelang debut penuhnya di MotoGP 2026, sebuah tantangan besar yang ia hadapi dengan kesabaran dan tekad kuat.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
IMG-20260725-WA0002
Wildan: Setiap Aspirasi Akan Kami Perjuangkan
IMG-20260725-WA0001
Nuryadi Tegaskan Aspirasi Warga Tak Berhenti di Reses, Siap Dikawal Hingga Masuk RKPD
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial