BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Proses pencarian pekerja PT Freeport Indonesia yang terjebak di tambang bawah tanah usai terimbas longsor masih berlanjut. Hingga kini, lima pekerja masih belum ditemukan sejak insiden yang terjadi awal september lalu.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menyampaikan bahwa saat ini tim evakuasi masih berusaha untuk mencapai lokasi dari lima orang yang terjebak.
Tony mengungkap tim PTFI telah berhasil menemukan lokasi kelima pekerja tersebut. Namun proses evakuasi masih terkendala oleh kondisi di lapangan yang cukup sulit untuk ditembus oleh tim.
Tony memperkirakan tim penyelamat dapat mencapai titik lokasi dalam kurun waktu 4-5 hari ke depan. Ia berharap upaya pencarian ini dapat segera berakhir.
“Jadi memang agak sulit untuk masuk menembusnya, jadi mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama lagi, mungkin 4-5 hari lagi kita akan bisa sampai ke lokasi yang diduga mereka berada,” ucap Tony, Kamis (2/10/2025), seperti dilansir dari Antara.
Baca Juga:
2 Pekerja Freeport yang Terjebak Longsor Tambang Ditemukan Tewas
Freeport Setuju Lepas 12 Persen Saham ke Indonesia, Apa Keuntungan dan Konsekuensinya?
Sebelumnya, insiden longsor menimpa area tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia di kawasan Grasberg Block Cave (GBC) di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada Senin, 8 September 2025.
Aliran lumpur basah dengan jumlag besar masuk menutupi lorong tambang pada malam sekitar pukul 22.00 WIT, menyebabkan sebanyak tujuh orang pekerja terperangkap di dalam tambang.
Pada Sabtu (20/9/2025), tim penyelamat berhasil menemukan dua dari tujuh orang pekerja yang terjebak longsor. Namun naas, dua pekerja tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dua pekerja yang tewas merupakan karyawan asal Indonesia yang bekerja sebagai electrician di PT Cita Contract.
Lebih lanjut, Tony menyebut Perusahaan masih menghentikan operasi di tambang Grasberg Block Cave untuk memfokuskan sumberdaya untuk upaya pencarian karyawan yang masih terjebak.
“Produksi berhenti dari tanggal 8 September sampai dengan hari ini masih berhenti. Kita jadi fokus untuk melakukan penyelamatan dari kelima orang yang masih terperangkap di dalam,” ujar Tony.
(Raidi/Budis)











