GROBOGAN, TEROPONGMEDIA.ID – Gangguan perjalanan kereta api terjadi di jalur utara Jawa setelah banjir merendam sebagian rel di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sejak Jumat dini hari. Kondisi ini memaksa PT KAI Daerah Operasi 4 Semarang melakukan rekayasa operasional demi menjaga keselamatan perjalanan.
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa genangan air setinggi sekitar 25 cm menutup salah satu dari dua jalur rel di petak antara Stasiun Karangjati dan Gubug. Akibatnya, jalur tersebut tidak dapat dilalui untuk sementara waktu.
“Genangan setinggi 25 cm terjadi di jalur hilir KM 32+7/8. Sejak pukul 01.45 WIB, perjalanan kereta diberlakukan sistem satu jalur karena salah satu jalur tidak bisa dilewati,” ujarnya.
Baca Juga:
Longsor Cikijing Majalengka Akibatkan Akses ke Kuningan Terganggu
Dengan diberlakukannya sistem bergantian, sejumlah perjalanan kereta api harus mengalami perlambatan. Setidaknya delapan kereta terdampak, termasuk KA Kertajaya dan Darmawangsa tujuan Jakarta, serta KA Gumarang, Jayabaya, Harina, dan Argo Anjasmoro menuju Surabaya.
Meski demikian, keterlambatan yang terjadi relatif terbatas, berkisar antara 10 hingga 15 menit. PT KAI memastikan langkah ini diambil sebagai bentuk prioritas terhadap aspek keselamatan penumpang dan perjalanan kereta.
Di sisi lain, petugas terus melakukan pemantauan intensif di lokasi terdampak untuk memastikan kondisi jalur segera pulih. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi perjalanan kereta api di lintas utara.
Banjir sendiri dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Grobogan sejak Kamis sore hingga Jumat dini hari, yang menyebabkan genangan di sejumlah titik, termasuk jalur rel kereta api.











