Lansia Sehat, Hidup Berkualitas: Peran Mahasiswa dalam Edukasi Kesehatan di Nagari Sikucur

-

Tidak ada video disisipkan.

PADANG, TEROPONGMEDIA.ID – Upaya meningkatkan kualitas hidup lansia menjadi salah satu isu penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat, terutama di tingkat lokal.

Lansia sebagai kelompok usia lanjut menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penurunan kondisi fisik, keterbatasan aktivitas, hingga persoalan psikologis dan sosial seperti kesepian dan menurunnya interaksi sosial. Kondisi ini menuntut adanya intervensi yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan promotif.

Salah satu bentuk upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang di Nagari Sikucur, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan, tepatnya pada 9 Januari hingga 9 Februari 2026, sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa dari berbagai program studi berperan sebagai fasilitator yang menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Sasaran utama kegiatan ini adalah kelompok lansia di Nagari Sikucur, dengan jumlah peserta sebanyak 12 orang. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak hanya menempatkan lansia sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai partisipan aktif yang dilibatkan dalam diskusi, tanya jawab, serta berbagi pengalaman sehari-hari terkait kesehatan.

Fokus utama penyuluhan ini adalah pada tiga aspek penting yang menjadi fondasi kesehatan lansia, yaitu pola makan sehat, aktivitas fisik ringan, dan kesehatan mental. Ketiga aspek ini dipilih karena dinilai paling relevan dengan kebutuhan lansia serta dapat diterapkan secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi mengenai pola makan sehat diberikan untuk meningkatkan pemahaman lansia tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang. Dalam kegiatan ini, lansia diajak untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah, mencukupi kebutuhan cairan, serta membatasi asupan makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak. Pendekatan yang digunakan bersifat praktis dan kontekstual, dengan memberikan contoh makanan sehari-hari yang mudah dijangkau oleh masyarakat setempat.

Selain itu, aspek aktivitas fisik ringan juga menjadi bagian penting dalam penyuluhan. Lansia diberikan pemahaman bahwa menjaga kesehatan tidak selalu harus melalui aktivitas berat, melainkan dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana seperti jalan santai, senam ringan, peregangan, maupun aktivitas rumah tangga yang tidak membebani tubuh. Penekanan diberikan pada pentingnya konsistensi dan kesesuaian aktivitas dengan kondisi fisik masing-masing individu. Dengan demikian, lansia diharapkan tetap aktif dan mandiri tanpa harus merasa terbebani oleh tuntutan aktivitas yang berat.

Tidak kalah penting, penyuluhan ini juga menyoroti aspek kesehatan mental sebagai bagian integral dari kualitas hidup lansia. Dalam kegiatan ini, lansia diajak untuk memahami pentingnya menjaga hubungan sosial, berkomunikasi dengan keluarga, serta terlibat dalam kegiatan masyarakat. Aktivitas sosial dan komunikasi yang baik dinilai mampu mengurangi risiko kesepian, meningkatkan rasa percaya diri, serta menjaga semangat hidup. Mahasiswa juga mendorong lansia untuk tetap melakukan kegiatan yang menyenangkan sesuai minat mereka, sehingga kesejahteraan psikologis dapat tetap terjaga.

Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Tahapan kegiatan dimulai dari observasi lapangan dan koordinasi dengan perangkat nagari untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok lansia. Selanjutnya, mahasiswa menyusun materi penyuluhan yang disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik peserta. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung dengan penyampaian materi yang komunikatif, diikuti dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Teknik ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta karena memberikan ruang bagi lansia untuk mengaitkan materi dengan pengalaman pribadi mereka.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan dampak yang positif. Para lansia menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti kegiatan, terlihat dari kehadiran yang konsisten, perhatian saat penyampaian materi, serta keaktifan dalam diskusi. Respons ini mengindikasikan bahwa materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka dan mudah dipahami. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial bagi lansia, di mana mereka dapat berkumpul, berbagi cerita, dan saling memberikan dukungan.

Meskipun demikian, pelaksanaan kegiatan ini juga menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu, perbedaan kondisi fisik peserta, serta tingkat keaktifan yang tidak merata. Namun, kendala tersebut dapat diatasi dengan pendekatan komunikasi yang fleksibel dan penggunaan bahasa yang sederhana sehingga tetap dapat menjangkau seluruh peserta. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan kegiatan tidak hanya ditentukan oleh materi yang disampaikan, tetapi juga oleh cara penyampaian yang adaptif terhadap kondisi peserta.

Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan kesehatan lansia di Nagari Sikucur ini memberikan gambaran bahwa edukasi kesehatan yang sederhana, komunikatif, dan kontekstual dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial juga terlihat signifikan dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan pengetahuan akademik. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa peningkatan pengetahuan, tetapi juga berpotensi mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat.

Ke depan, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, seperti pemerintah nagari, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta keluarga. Dukungan kolektif ini penting agar lansia tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki lingkungan yang mendukung untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, terwujudnya lansia yang sehat, mandiri, dan berkualitas bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga merupakan hasil dari kolaborasi sosial yang kuat di dalam masyarakat.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Pemain Timnas Indonesia Persib
Timnas Indonesia Dibayangi Persaingan Selisih Gol, John Herdman Harus Benahi Lini Serang
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Timnas Indonesia menghadapi pekerjaan penting menjelang pertandingan terakhir...
IMG-20260928-WA0007
Pancasila dalam Genggaman, Ribuan Pelanggan PLN Majalaya Ikut Jaga Transparansi lewat SwaCAM
KABUPATEN BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Nilai-nilai Pancasila terus relevan dalam kehidupan masyarakat,...
Berita Lainnya

1

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

2

penembakan Donald Trump-1
Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sosok Thomas Matthew Crooks saat ini jadi sorotan usai pihak berwenang...

3

Wisata Sepi
6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dampak pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu ternyata merambah ke sejumlah...

4

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok
Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Bagi umat muslim, jadwal adzan magrib merupakan hal yang penting ketika...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...