Teater Tari  ‘Pakujajar di Gunung Parang’Mengajak Partisipasi Generasi Muda mengenal Asal Usul  Kota Sukabumi

Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung bermitra dengan Sanggar Tari Gaya Gita Studio Kota Sukabumi
Dok : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung
-

Tidak ada video disisipkan.

Retno Dwimarwati

SUKABUMI, TEROPONGMEDIA.ID– Rekonstruksi Legenda Pakujajar di Gunung Parang Dalam Bentuk Teater Tari merupakan kegiatan Pengabdian Masyarakat pada Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Kemendikti Saintek. Program ini dilaksanakan untuk  penguatan Sanggar Gaya Gita Studio (SGGS) sekaligus untuk membuat pertunjukan yang akan menjadi ikon Kota Sukabumi. SGGS dikenal sebagai kelompok seni yang berprestasi dengan 300 anggota dari berbagai pelajar di Kota Sukabumi. Sanggar ini  aktif dalam pelestarian dan pengembangan seni tradisi, terutama tari jaipongan. Meskipun banyak penghargaan yang telah diperoleh, SGGS membutuhkan peningkatan kualifikasi para pemainnya dalam pengemasan karya seni pertunjukan berbasis cerita rakyat. Kegiatan ini sebagai bagian dari mengenalkan cerita lokal pada generasi muda. One village One Story (OVOS) yang dicanangkan pemerintah merupakan upaya mengenalkan berbagai cerita lokal di seluruh Indonesia. bentuk penceritaan dalam bahasa dan sastra kemudian dikembangkan dalam  bentuk inovasi  berupa seni pertunjukan. Hal ini selain menjadi pengenalan bentuk seni teater yang lebih kompleks juga menjadi penguatan daya saing yang berkelanjutan. Program ini selain untuk mengenalkan seni pertunjukan berbasis cerita rakyat local juga diharapkan menjadi atraksi pariwisata yang menguatkan identitas budaya Kota Sukabumi.

Program dilaksanakan melalui kemitraan yang dirancang melalui pendekatan sosial kemasyarakatan dan produksi seni. Penerapan inovasi penciptaan seni secara partisipatif, pendampingan manajemen produksi, serta pementasan karya seni pertunjukan. Luaran utama program meliputi satu karya pertunjukan teater tari, dokumentasi media rekam, penguatan kapasitas sumber  daya manusia sanggar, serta terbentuknya model seni pertunjukan unggulan berbasis lokalitas yang siap direplikasi. Keberlanjutan kegiatan ini diharapkan memberikan dampak sosial- budaya berupa penguatan identitas dan ketahanan budaya lokal, serta dampak ekonomi melalui pengembangan seni pertunjukan sebagai bagian dari ekosistem pariwisata budaya Kota Sukabumi. Program juga mendukung pencapaian Asta Cita dan SDGs, khususnya pada bidang pendidikan berkualitas, kota berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi kreatif, dan kemitraan berkelanjutan.

Pertunjukan karya teater tari
Pertunjukan karya teater tari

One Village One Story (OVOS)

Program yang dicanangkan oleh Kemendikbud Ristek tahun 2019 dalam menghadapi globalisasi yang tak memiliki sekat dan batas teritorial, maka dibutuhkan kekuatan internal dalam menguatkan identitas local dengan One Village One Story (OVOS) sebagai bagian dari program One Village One Product (OVOP) untuk menjawab tantangan Desa Global. OVOS gencar dijadikan program penguatan budaya daerah maupun identitas suatu wilayah, banyak nilai-nilai yang diajarkan kembali dari cerita-cerita yang beredar di masyarakat. Akan tetapi masih sedikit OVOS yang ditransformasikan ke dalam sebuah pertunjukan karena membutuhkan sumber daya manusia bidang kesenian sekaligus menjadi kekuatan ansambel suatu daerah. Setiap daerah memiliki cerita rakyat yang  berkembang, baik sebagai mitos, legenda, atau sasakala yang dipercaya oleh masyarakat secara turun temurun. 

Salah satu cerita rakyat yang mengisahkan asal usul Sukabumi adalah ‘Pakujajar di Gunung Parang’, cerita ini diturunkan pada masa lalu dari generasi ke generasi hingga saat ini dianggap sebagai cikal bakal kelahiran kotanya. Akan tetapi apakah cerita ini sampai ke generasi milenial karena akhirnya banyak anak muda yang tidak tahu tentang cerita tersebut. Penggalian cerita penting dilakukan dalam mencari kekhasan masing-masing daerah, apalagi dipersembahkan dengan pertunjukan menarik. Generasi milenial tidak hanya mendengarkan cerita tapi dapat ambil bagian sebagai pelaku langsung sehingga memori kolektif mereka terbangun dan dapat dengan fasih menceritakan kisah cerita rakyat daerahnya. Banyak cerita rakyat dapat menjadi dasar terciptanya ide kreatif seni pertunjukan. Akan tetapi dalam dinamika masyarakat urban kontemporer, seni tradisi menghadapi tantangan serius yaitu kurangnya ruang hidup sosial, lemahnya sistem regenerasi pelaku, serta belum optimalnya tata kelola produksi, baik dalam manajemen maupun pemasaran. Posisi kesenian tradisional cenderung terpinggirkan oleh bentuk hiburan populer yang lebih instan dan komersial.

Suasana kegiatan pementasan dan sosialisasi karya teater tari dalam rangka program Inovasi Seni Nusantara 2026
Suasana kegiatan pementasan dan sosialisasi karya teater tari dalam rangka program Inovasi Seni Nusantara 2026

Implementasi  Undang-undang No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan

Langkah penting untuk penguatan potensi seni budaya di berbagai wilayah Indonesia. Sejalan dengan UNESCO (2003) tantangan pelestarian seni tradisi di era globalisasi diperlukan upaya perlindungan melalui revitalisasi, transmisi pengetahuan, serta pemberdayaan komunitas pendukungnya. Program ini memiliki signifikansi strategis dalam mendukung agenda nasional pelestarian kebudayaan, penguatan ekonomi kreatif, serta hilirisasi hasil penelitian dan penciptaan seni perguruan tinggi kepada masyarakat. Sukabumi memiliki cerita dengan keunikan dan eksotisme local dalam bentuk karya seni budaya dan potensi ekonomi lainnya agar semakin diminati oleh generasi muda.

Pilihan SGGS sebagai mitra berdasarkan pada track record sanggar sekaligus banyaknya anggota yang tergabung dalam sanggar tersebut. SGGS memiliki potensi artistik, pengetahuan tradisi lokal, serta keterlibatan langsung dalam praktik seni pertunjukan,  sehingga menjadi bagian penting dari permasalahan sekaligus memiliki posisi strategis sebagai pelaku, pengelola, dan pewaris budaya. Kebutuhan mitra akan pendampingan berbasis keilmuan dan praktik dari perguruan tinggi menjadi relevan dalam konteks hilirisasi produk inovatif hasil penelitian dan penciptaan seni. Mengacu pada konsep community empowerment (Ife & Tesoriero, 2008), program ini dirancang secara partisipatif untuk memperkuat kapasitas internal SGGS agar mampu mandiri dan berkelanjutan dalam mengelola seni pertunjukan sebagai aset sosial dan ekonomi. Aplikasi program yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat di bidang seni, desain, dan media yang berorientasi pada penciptaan karya perlu dilakukan termasuk juga pada penguatan sistem sosial dan ekonomi kreatif masyarakat pendukungnya. Menurut Koentjaraningrat (2009), kebudayaan hanya akan berkelanjutan apabila didukung oleh sistem sosial yang hidup dan diwariskan secara aktif dalam masyarakat. Dalam konteks ini, seni pertunjukan tradisi membutuhkan strategi reaktualisasi agar tetap relevan secara sosial, adaptif secara estetik, dan produktif secara ekonomi. Oleh karena itu, tujuan pertunjukan dalam penguatan OVOS di Kota Sukabumi dengan cerita rakyat ‘Pakujajar di Gunung Parang’ adalah untuk meraih generasi muda berpartisipasi mengenalkan kembali cerita rakyat dalam bentuk Teater tari. Pertunjukan ini memiliki potensi kuat sebagai medium edukasi budaya dan atraksi pariwisata.

            Secara sosial-ekonomi, pengembangan seni pertunjukan berbasis komunitas berkontribusi pada peningkatan keberdayaan masyarakat. Throsby (2010) menegaskan bahwa seni dan budaya memiliki nilai ganda, yakni nilai budaya (cultural value) dan nilai ekonomi (economic value). Pengelolaan yang tepat dapat menjadi sumber kesejahteraan masyarakat, dengan peningkatan kapasitas kemasan, manajemen dan pemasaran pertunjukan berbasis nilai budaya. Cerita rakyat lokal di Kota Sukabumi, merupakan warisan budaya yang sarat nilai kepemimpinan, keberanian, spiritualitas, dan etika sosial. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi tinggi dalam pembentukan karakter dan penguatan identitas budaya masyarakat. Keterbatasan kapasitas masyarakat dalam mengemas cerita ke dalam bentuk Teater tari yang inovatif dan komunikatif perlu dioptimalkan agar tidak terlindas oleh budaya asing dan berdaya saing. Program ini menjadi urgen sebagai upaya re aktualisasi nilai budaya lokal melalui rekonstruksi tradisi lisan ke seni pertunjukan inovatif yang berkelanjutan. Program ini akan berkontribusi terhadap pencapaian tujuan SDGs dalam mendorong kemandirian ekonomi kreatif dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dengan membangun dari bawah. Khususnya mendukung keberlanjutan produktivitas kesenian yang berakar kuat di tengah masyarakat sebagai identitas lokal sekaligus wahana ekspresi kreatif komunitas, peningkatan apresiasi, partisipasi, dan kebanggaan masyarakat terhadap seni lokal.

Momen kebersamaan seluruh tim pengusul dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung bersama para seniman Sanggar Gaya Gita Studio dan para peserta acara.
Momen kebersamaan seluruh tim pengusul dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung bersama para seniman Sanggar Gaya Gita Studio dan para peserta acara.

Kesimpulan dan Rekomendasi Strategis

Reaktualisasi OVOS bukan sekadar upaya pengarsipan masa lalu, melainkan strategi adaptif untuk memastikan budaya lokal tetap memiliki daya hidup di tangan generasi digital. Budaya harus diposisikan sebagai entitas yang hidup, adaptif secara estetik, dan produktif secara ekonomi. Identitas lokal yang kuat adalah modal utama bagi generasi muda untuk tetap memiliki akar yang kokoh di tengah badai globalisasi.

Berdasarkan analisis tersebut, berikut adalah rekomendasi strategis konkret:

  • Pengembangan Model Pembelajaran Tematik dan Literasi Budaya: Membangun kurikulum berbasis komunitas atau sanggar yang mengintegrasikan aspek gerak, musik, dan cerita rakyat lokal ke dalam modul pembelajaran yang terstruktur, inovatif, dan relevan dengan psikologi perkembangan anak.
  • Hilirisasi Riset dan Pendampingan Dramaturgis: Mendorong perguruan tinggi untuk melakukan hilirisasi hasil riset ke dalam pengemasan seni pertunjukan inovatif melalui pendampingan dramaturgis, teknis, dan konseptual agar karya seni komunitas memiliki daya saing di industri pariwisata.
  • Optimalisasi Ekosistem Digital sebagai Ruang Apresiasi Global: Memanfaatkan platform seperti YouTube dan TikTok bukan sekadar untuk promosi, melainkan sebagai ruang apresiasi global dan sumber pendapatan baru melalui konten yang mengadopsi estetika modern tanpa mengorbankan nilai autentik.
  • Dengan menempatkan budaya sebagai bagian organik dari gaya hidup generasi digital, kita tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga sedang merawat masa depan Indonesia yang berdaulat secara budaya dan mandiri secara ekonomi.

Retno Dwimarwati–

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20261024-WA0001
Kolaborasi Berbagi Cahaya, Kejari Kabupaten Bandung dan PLN UP3 Majalaya Salurkan Bantuan untuk Warga Jelekong
BANDUNG, TEROPONGMEDIA ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bandung berkolaborasi dengan PT...
Marco Bezzecchi
Hasil Practice MotoGP Australia 2026: Bezzecchi Tercepat, Marc Marquez Tempel Ketat di Posisi Ketiga
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Marco Bezzecchi menunjukkan kecepatan impresif pada sesi practice MotoGP...
Prediksi Skor Lille vs Crvena Zvezda Liga Europa 2025/2026
Calvin Verdonk Ukir Dua Rekor di Liga Champions
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Calvin Verdonk kembali mencatatkan sejarah di Liga Champions 2026/2027....
img-20261014-213402
Raperda Perseroda BPR Kota Bandung Rampung, Layanan Perbankan Bank Bandung Didorong Kian Ciamik
Panitia Khusus (Pansus) 18 DPRD Kota Bandung berhasil merampungkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)...
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
Berita Lainnya

1

Woodyland Eatery Bandung
Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Woodyland Eatery merupakan salah satu kafe baru yang ada di Bandung....

2

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian...

4

Klasemen Persib Bandung
Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Sosok Wiliam Marcilio kemungkinan besar akan tampil memperkuat Persib...

5

kijang lgx
Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Transmisi otomatis konvensional dirancang untuk memberikan pengalaman...
Headline
WhatsApp Image 2026-10-23 at 19.38
Cita Rasa Halloween: Swiss-Belresort Dago Heritage Hadirkan Menu Spesial Haunted Feast
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dalam menyambut musim Halloween tahun ini, Swiss-Belresort Dago Heritage...
WhatsApp Image 2026-10-22 at 17.17
Hampir Dua Dekade di Industri Perhotelan, Babak Baru Dimulai: Yunindra Hardino Pimpin Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung sebagai General Manager
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung mengumumkan pengangkatan Mr....
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...