4 Nilai Strategis Kesenian Tarawangsa yang Masuk Kategori Warisan Budaya Takbenda

Tarawangsa warisan budaya takbenda - Instagram BPK IX
(Instagram BPK IX)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Tarawangsa merupakan salah satu kesenian tradisional masyarakat Sunda yang dipentaskan pada siklus penanaman padi. Tarawangsa telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2018.

Mengutip unggahan Instagram Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX (BPK IX), dalam domain Warisan Budaya Takbenda, Tarawangsa berada pada domain adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan.

Sebaran wilayah Seni Tarawangsa berada di Kabupaten Sumedang, Bandung, dan Tasikmalaya, Jawa Barat.

Tarawangsa biasanya memiliki dua dawai. Dawai tersebut terbuat dari kawat baja atau besi. Uniknya, satu dawai dimainkan dengan digesek, sedangkan dawai yang lain dipetik dengan jari telunjuk.

Namun, ada juga beberapa Tarawangsa yang memiliki tiga dawai. Tarawangsa dengan tiga dawai biasanya masih memiliki fungsi dan cara bermain yang sama dengan Tarawangsa dua dawai, hanya saja jumlah dawai yang tersedia lebih banyak.

Alat musik lainnya yakni Jentreng, sejenis alat musik berbentuk kecapi yang hanya memiliki tujuh senar.

seni Tarawangsa merupakan salah satu jenis seni tradisi yang banyak menyimpan simbol-simbol di dalamnya, di antaranya pada tata cara penyajian, perlengkapan, alat musik, lagu-lagu, dan tarian.

BACA JUGA

Tarawangsa: Dimensi Kosmologis yang Bukan Sekedar Karya Seni dalam Budaya Sunda

Sejarah Panjang Tarawangsa, Tradisi Seni Tanah Pasundan

Tarawangsa sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Warisan budaya takbenda merujuk pada berbagai praktik, ekspresi, pengetahuan, dan keterampilan tradisional beserta alat-alat, benda, dan ruang budaya yang terkait dengannya.

Aset budaya ini diakui sebagai milik kolektif suatu komunitas atau kelompok masyarakat, yang diturunkan secara turun-temurun dan terus mengalami pembaruan seiring perkembangan zaman.

Konsep ini mencakup seluruh bentuk representasi budaya hidup yang dinamis dan terus berevolusi sesuai dengan konteks sosial masyarakat pendukungnya.

Warisan budaya takbenda memiliki nilai strategis karena beberapa alasan mendasar, yakni:

  1. Berfungsi sebagai cerminan jati diri dan ciri khas suatu komunitas.
  2. Berperan sebagai mata rantai yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini melalui pewarisan nilai-nilai budaya secara berkesinambungan.
  3. Berfungsi sebagai perekat sosial yang memperkuat solidaritas masyarakat.
  4. Menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan kreativitas kontemporer.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City