JAKARTA,TEROPONGMEDIA.ID — Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan mengatakan tidak terlihatnya Airlangga Hartarto dari kepemimpinan Bahlil karena adanya kesepakatan elit Golkar.
“Absennya Airlangga pada kepemimpinan Bahlil di Golkar saya kira sudah menjadi kesepakatan elite. Airlangga memang sudah tidak cawe-cawe lagi soal Golkar karena tersandera dengan banyak hal,” kata Yusak kepada Teroponmedia.id, Senin (16/9/2024).
Menurut Yusak, Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil akan mengalami beberapa tantangan berat.
“Tantangan jangka pendek nya tentu bagaimana memenangkan pilkada sesuai target,” ungkapnya.
“Kalau jagoan golkar banyak tumbang di pillkada, tentu akan menjadi bahan evaluasi Bahli,” bebernya.
Dia menegaskan resiko politik nya jika Golkar banyak kalah di pilkada 2024, maka elektabilitas partai di pemilu 2029 bisa saja menurun.
“Tantangan berikut nya ada pada bagaimana Bahlil sukses mengantarkan kader-kader Golkar untuk mengisi pos-pos kabinet Prabowo,” jelasnya.
“Kalau Bahlil gagal mengamankan Golkar di kabinet sesuai target, ya tentu akan menjadi bahan evaluasi kepemimpinan Bahlil,” ungkapnya.
BACA JUGA: Pengamat Sebut Kemenangan Pilkada 2024 Pertarungan Kepemimpinan Bahlil di Golkar
Menurut dia, Golkar ini banyak faksi dan semua faksi ingin aman. Ketika ada faksi yang tidak aman, pasti mereka akan melakukan manuver-manuver politik yang bisa saja mengancam posisi Bahlil sebagai ketua umum.
” Inilah tantangan terberat Bahlil bagaimana meramu SDM di Golkar agar tetap solid sebagai partai besar,” ungkapnya.
(Agus Irawan/Usk)