Tambang Nikel PT Mineral Trobos Disoal, Satgas PKH Hitung Sanksi Usai Penyegelan Lahan

Tambang Nikel di Raja Ampat
Penambangan nikel PT Kawei Sejahtera Mining di Pulau Kawei, Distrik Waigeo Barat, Raja Ampat, Papua Barat Daya, 4 Mei 2025. (Dok. Greenpeace)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Aktivitas tambang nikel milik PT Mineral Trobos di Maluku Utara kini menjadi sorotan setelah Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyegel area operasional perusahaan tersebut karena dugaan penambangan di kawasan hutan.

Saat ini, Satgas PKH tengah menghitung besaran sanksi administratif yang akan dikenakan kepada perusahaan yang diketahui terkait dengan pengusaha David Glen Oei tersebut.

Juru bicara Satgas PKH Barita Simanjuntak mengatakan langkah awal yang telah dilakukan adalah mengambil kembali penguasaan lahan yang diduga digunakan secara ilegal.

“Sudah dilakukan penguasaan kembali lahan kawasan hutan yang dikuasai secara ilegal dengan pemasangan plang. Selanjutnya akan dihitung denda administratif yang timbul akibat penguasaan tidak sah tersebut,” ujar Barita dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Sebelumnya, muncul informasi bahwa perusahaan tersebut menghadapi potensi denda hingga triliunan rupiah akibat aktivitas penambangan di ratusan hektare kawasan hutan. Namun, kabar terbaru menyebutkan nilai denda itu turun menjadi puluhan miliar rupiah.

Menanggapi isu tersebut, Barita menegaskan Satgas PKH tidak pernah mengumumkan secara resmi besaran denda yang akan dikenakan kepada perusahaan.

Ia menambahkan seluruh proses penanganan dilakukan secara objektif, faktual, serta mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Secara berkala satgas juga menyampaikan kepada publik terkait capaian kinerja, baik dalam penguasaan kembali kawasan hutan maupun pembayaran denda serta identitas perusahaan,” kata Barita.

Di sisi lain, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap menilai Satgas PKH perlu berkoordinasi dengan KPK dalam menindaklanjuti kasus tersebut.

Hal ini berkaitan dengan fakta bahwa David Glen Oei sebelumnya pernah diperiksa penyidik KPK terkait dugaan tindak pidana pencucian uang yang melibatkan mantan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba pada Oktober 2024.

Baca Juga:

Satgas PKH Tertibkan Tambang Nikel PT Mineral Trobos di Maluku Utara

Menurut Yudi, penyegelan lahan merupakan tahap awal yang bisa berlanjut pada proses hukum lebih lanjut terhadap individu maupun korporasi.

Ia juga mendorong agar penyelidikan tidak berhenti pada penyegelan lahan semata, tetapi juga menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas penambangan di kawasan hutan tersebut.

Sementara itu, David Glen Oei saat dimintai tanggapan menyatakan dirinya sudah tidak lagi mengurus perusahaan tersebut karena telah pensiun sejak beberapa tahun lalu.

“Saya sekarang urus sosial, agama, dan bola saja. Kalau urusan bola saya tahu,” katanya. David diketahui juga merupakan pemilik klub sepak bola Malut United.

Satgas PKH sendiri dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 yang diterbitkan Presiden Prabowo Subianto. Satgas ini bertugas menertibkan berbagai aktivitas usaha berbasis sumber daya alam yang beroperasi di kawasan hutan, termasuk sektor pertambangan, perkebunan, dan kehutanan.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian