Studi Terbaru Ungkap Ancaman Polusi Plastik di Indonesia

TPST Nyengseret dan Tegalega Bakal Segera Beroperasi
Ilustrasi-Tempat Pembuangan Sampah (Dok. DLH Badung)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Permasalahan polusi plastik di Indonesia kini menjadi sorotan dunia, seiring dengan peningkatan jumlah sampah plastik yang terus bertambah.

Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai negara penghasil polusi plastik terbesar, setelah India dan China.

Fakta ini tidak hanya mencerminkan tantangan lingkungan yang serius, tetapi juga menggarisbawahi urgensi tindakan nyata dari berbagai pihak.

Menurut penelitian terbaru dari University of Leeds, Inggris, sekitar 52,1 juta ton sampah plastik dihasilkan setiap tahun, sebagian besar tanpa pengelolaan yang memadai.

Di banyak wilayah di Indonesia, sampah tidak diangkut atau bahkan dibakar secara terbuka, yang menimbulkan masalah baru berupa emisi gas rumah kaca serta pelepasan zat berbahaya seperti karsinogen.

Akses terbatas ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan minimnya infrastruktur pengelolaan sampah di beberapa daerah menjadi tantangan utama.

Polusi plastik bukan hanya soal tumpukan sampah yang terlihat di permukaan, tetapi juga berdampak pada ekosistem laut, kesehatan manusia, dan iklim.

Plastik yang terbuang di lautan dapat membahayakan kehidupan laut, sementara pembakaran plastik menghasilkan polutan yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Meski Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia, ironi ini muncul ketika sampah plastik dari daratan berakhir mencemari lautan.

Beberapa negara, seperti China, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu penyumbang polusi plastik terbesar, telah menunjukkan kemajuan dalam mengatasi masalah ini.

BACA JUGA: Pengelolaan Sampah di IKN Akan Gunakan Teknologi Hijau

Selama 15 tahun terakhir, China berinvestasi besar-besaran dalam teknologi pengolahan sampah, dan hasilnya kini terlihat dengan penurunan signifikan emisi plastik mereka.

Ini membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat, masalah polusi plastik dapat diatasi, bahkan di negara dengan populasi dan tingkat industrialisasi tinggi.

Namun, upaya serupa di Indonesia masih memerlukan dorongan yang lebih kuat. Regulasi terkait pengelolaan sampah plastik telah mulai diterapkan, namun penerapan dan pengawasan di lapangan sering kali tidak efektif.

Edukasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya daur ulang dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai juga menjadi pekerjaan rumah besar yang harus terus digalakkan.

Sementara itu, negara-negara seperti Singapura, Hong Kong, dan Selandia Baru telah menunjukkan performa terbaik dalam mengelola sampah plastik mereka.

Dengan infrastruktur yang canggih dan kesadaran publik yang tinggi, mereka berhasil menjaga lingkungan tetap bersih dari sampah plastik.

Kesuksesan negara-negara ini dapat dijadikan contoh bagi Indonesia dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Menurut para peneliti, laporan inventaris global mengenai polusi plastik memberikan data yang dapat dijadikan dasar untuk menyusun kebijakan pengelolaan sampah.

Sebagai tindak lanjut, sebuah ‘Perjanjian Plastik’ global sedang digodok, dengan harapan dapat memberikan kerangka hukum yang mengikat secara internasional untuk mengatasi masalah ini.

Di Indonesia sendiri, prediksi peningkatan polusi plastik hingga 30 persen pada tahun 2025 menjadi peringatan serius.

Tindakan cepat dan kolaborasi lintas sektor menjadi solusi yang tidak dapat ditunda lagi. Pemerintah, industri, dan masyarakat harus bekerja sama untuk membangun sistem ekonomi sirkular yang kuat, di mana limbah plastik tidak lagi dianggap sebagai sampah, melainkan sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan kembali.

Langkah-langkah seperti larangan penggunaan plastik sekali pakai, peningkatan kapasitas daur ulang, serta kampanye kesadaran publik perlu diperluas dan diperkuat.

Hanya dengan komitmen yang kuat dari semua pihak, Indonesia bisa mengatasi krisis polusi plastik ini dan menjaga lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.

 

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City