Strategi Kacau di Silverstone, Mercedes Gagal Total: Semua Keputusan Salah

w14
Mobil Mercedes W14. (Foto: Dok.Formula1).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Grand Prix Inggris 2025 menjadi mimpi buruk bagi Mercedes. Di tengah ekspektasi untuk tampil kompetitif di kandang sendiri, tim justru terjerumus dalam serangkaian keputusan strategis yang berujung pada hasil bencana.

Bos tim Toto Wolff pun tak menutupi kekecewaannya.

“Ini benar-benar bencana besar,” ujarnya.

Semua berawal dari formation lap yang penuh ketegangan. George Russell membuat keputusan berani untuk masuk pit lebih awal dan mengganti ban ke tipe slick, berharap lintasan mengering cepat.

Namun prediksi itu meleset jauh. Lintasan masih terlalu basah, dan Russell kehilangan banyak posisi bahkan sebelum balapan benar-benar dimulai.

“Keputusan pertama itu salah total, dan kami semua bertanggung jawab,” kata Wolff.

Kesalahan tak berhenti di situ. Tim lantas menyesuaikan strategi untuk Kimi Antonelli, pembalap muda yang tengah menjalani musim debutnya. Tim justru menyeretnya ke strategi yang sama dan sama-sama gagal.

“Seharusnya Kimi dibiarkan menjalankan strategi sendiri. Dengan begitu, kami mungkin bisa finis di depan Hulkenberg,” ujar Wolff.

Kekacauan makin menjadi ketika Mercedes salah menilai karakter ban medium, menganggapnya tak akan bertahan lama.

Baca Juga:

Oscar Piastri Kokoh di Puncak Klasemen F1 2025, Verstappen Terpeleset Akibat Penalti

Kenyataannya, ban tersebut lebih cocok untuk kondisi lintasan, tapi Mercedes sudah telanjur mengambil langkah keliru untuk kedua kalinya.

“Keputusan kedua lebih buruk dari yang pertama. Dan keputusan ketiga… rasanya seperti pukulan terakhir,” tambah Wolff.

Penderitaan Mercedes lengkap ketika Antonelli harus mengakhiri balapan lebih awal. Mobilnya mengalami kerusakan serius setelah ditabrak dari belakang oleh Isack Hadjar (Racing Bulls), kehilangan sekitar 40 poin downforce akibat diffuser yang hancur.

“Dengan kerusakan sebesar itu, tidak ada alasan melanjutkan. Kami hentikan balapannya demi keselamatan dan mesin,” jelas Wolff.

Tim Mercedes memang dikenal berani dalam mengambil keputusan strategis. Namun kali ini, keberanian berubah jadi blunder bertubi-tubi.

“Biasanya, dari 10 keputusan, 6 atau 7 berhasil. Tapi hari ini, tidak ada satu pun yang tepat,” tutupnya.

Kini Mercedes menghadapi tekanan besar. Di saat tim-tim seperti McLaren, Ferrari, dan Sauber tampil konsisten dan kompetitif, mereka justru terjebak dalam krisis pengambilan keputusan.

Jika tak segera bangkit, Silverstone bisa jadi awal keterpurukan yang lebih dalam musim ini.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
IMG-20260725-WA0002
Wildan: Setiap Aspirasi Akan Kami Perjuangkan
IMG-20260725-WA0001
Nuryadi Tegaskan Aspirasi Warga Tak Berhenti di Reses, Siap Dikawal Hingga Masuk RKPD
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial