Standar Kecantikan di Indonesia, Haruskah Memodifikasi Tubuh?

Standar kecantikan
(pexels)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Standar kecantikan sudah melekat pada kaum wanita, yang berawal dari stigma masyarakat bahwa cantik itu harus putih, tinggi, kurus dengan warna kulit sebagian besar coklat.

Ada anggapan bahwa kecantikan harus memiliki rambut hitam, halus, tebal, tinggi, lurus, yang sepertinya diarahkan untuk meminta seorang wanita tampil sempurna.

Meski pada kenyataannya tidak semua wanita Indonesia memiliki kriteria tersebut, maka satu-satunya cara untuk memenuhi standar kecantikan itu adalah dengan memodifikasi tubuhnya.

Baik itu make up, diet, operasi plastik atau bahkan melakukan segala cara untuk memenuhi standar kecantikan yang ada.

Di Indonesia, tingkat keindahan dipengaruhi oleh beberapa budaya dari beberapa negara yang pernah berkunjung ke Indonesia.

Sejarah standar kecantikan ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda

Standar kecantikan indonesia
(pexels)

Hal tersebut di jelaskan oleh Luh Ayu Saraswati, guru besar studi perempuan di Universitas Hawaii dan penulis buku “Melihat Keindahan, Merasa Berlomba di Transnasional Indonesia”.

Pada masa pra-kolonial Belanda, orang kulit putih tidak hanya di asosiasikan dengan ras, melaikan hanya sekedar warna.

Setelah itu, kepercayaan tumbuh dan stigma mulai bermunculan. Putih bukan lagi sekadar warna, tetapi juga memiliki citra yang lebih bersih dan indah di bandingkan hitam.

Standar kecantikan di Indonesia juga di pengaruhi oleh beberapa media yang selalu beranggapan bahwa kecantikan harus berkulit putih, langsing, tinggi.

Namun itu tidak menampilkan kecantikan dari sudut yang berbeda seperti wanita oriental yang cenderung memiliki tone warna kulit lebih gelap, rambut lebih kering dan gelap.

Oleh karena itu, karena belum terbiasa melihat, mereka masih cenderung menganggap cantik itu pasti berwarna putih.

Standar kecantikan juga tercipta dari patriarki yang merupakan sistem pembedaan status antara perempuan dan laki-laki. Hal ini berdampak pada terbentuknya berbagai jenis konflik kelas.

Salah satunya adalah standar kecantikan yang trcipta untuk merendahkan perempuan, mereka dituntut untuk tampil feminim, karena perempuan cantik alami dan enak dipandang.

Standar kecantikan ini juga menjelaskan rendahnya status perempuan seolah-olah hanya penampilan saja yang di prioritaskan dan kualitasnya tidak begitu penting.

BACA JUGA Definisi Cantik Menurut Perempuan Indonesia, Kamu Harus Tau!!

Alasan mengapa perempuan begitu memperhatikan bentuk tubuhnya

Karena sejak dini yang di beritahukan kepada mereka hanyalah materi dari keluarga atau teman-temannya. Bentuk tubuh menjadi topik yang sering mereka dengar.

Wanita dari kecil hingga besar selalu menjadi tujuan yang di objektifikasi, yang pada akhirnya banyak wanita menganggap penampilan lebih penting dari aspek lainnya.

Munculnya stereotip dan stigma moral di masyarakat berkembang saat ini pasti berdampak pada kesehatan mental.

Hal ini membuat perempuan merasa tidak aman dan pada akhirnya memaksa mereka bersaing untuk memenuhi standar kecantikan tersebut.

Padahal kita tahu bahwa Indonesia terdiri dari banyak budaya, suku, dan ras yang berbeda-beda. Oleh karena itu, setiap daerah di Indonesia tentunya mempunyai keindahan yang berbeda-beda, begitu pula dengan jati diri dan keutuhan masyarakatnya.

Kita tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Karena ini adalah dua pengertian dan orientasi yang berbeda tentunya.

Dengan menggunakan penalaran kritis, kita bisa menghilangkan segala hal yang tentunya bisa merusak nilai perempuan sebagai manusia.

 

(Hafidah/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City