8 September Diperingati Hari Pamong Praja, Ini Sejarah dan Tugasnya!

Hari Pamong Praja
(Memonesia)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Hari Pamong Praja diperingati setiap tanggal 8 September. Merupakan momen penting dalam kalender nasional Indonesia. Pamong Praja, atau yang sering dikenal dengan sebutan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), adalah pilar utama dalam menjaga ketertiban, ketentraman, dan perlindungan masyarakat.

Sejarah Hari Pamong Praja

Sejarah Hari Pamong Praja memiliki akar yang kuat dalam sistem administrasi kolonial Belanda, khususnya pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Pieter Both. Pada masa itu, lembaga ini terkenal dengan sebutan “Bailluw” yang berperan sebagai jaksa dan hakim. Tugas utama Bailluw adalah menyelesaikan perselisihan hukum antara VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dengan warga, serta menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat.

Pengembangan Bailluw terjadi pada masa pemerintahan Raffles yang memperkenalkan konsep “Besturrs Politie.” Di bawah konsep ini, Bailluw bertugas membantu pemerintah di tingkat kawedanan dalam menjaga ketentraman dan keamanan warga. Tujuannya adalah menjaga ketentraman, pada masa pemerintahan Belanda.

Tapi Bailluw seringkali disebut sebagai lembaga yang menindas rakyat dan mengeksploitasi kekayaan Nusantara. Pada masa penjajahan Jepang, perannya menjadi kabur dan berbaur dengan militer. Namun, setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada 20 Oktober 1948, Detasemen Polisi Pamong Praja Keamanan Kapanewon didirikan di Yogyakarta.

Hal ini sebagai respons terhadap situasi Indonesia yang saat itu tengah mengalami agresi militer dan perlu mengembalikan wibawa pemerintah daerah.

Transformasi Menjadi Satuan Polisi Pamong Praja

Selama beberapa tahun, Pamong Praja seringkali mengalami perubahan nama dan peran. Namun, perubahan terakhir terjadi dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah. Undang-Undang ini menetapkan sebagai Satuan Polisi Pamong Praja. Sifatnya adalah mengayomi, membimbing, membina, mengarahkan, memberdayakan, dan bekerja dengan prinsip tanpa pamrih.

BACA JUGA: Satpol PP Kota Bandung Pusing Banyak Reklame Kampanye Tak Sesuai Aturan

Tugas Pokok dan Fungsi

Memperingatu Hari Pamong Praja mereka memiliki tugas pokok yang sangat vital dalam menjaga ketertiban umum. Selain itu juga ketentraman masyarakat, serta perlindungan masyarakat secara umum. Berikut adalah beberapa tugas pokok dan fungsinya:

1. Tindak Penertiban Nonyustisial

Mereka bertugas untuk menegakkan peraturan daerah (Perda) atau peraturan kepala daerah dengan melakukan tindakan penertiban terhadap warga masyarakat, aparatur, atau badan hukum yang melakukan pelanggaran atas ketentuan tersebut. Hal ini bertujuan untuk menjaga kepatuhan terhadap hukum yang berlaku di daerah tersebut.

2. Menindak Gangguan Ketertiban Umum

Memiliki kewenangan untuk menindak warga masyarakat, aparatur, atau badan hukum yang mengganggu ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Tindakan ini memastikan lingkungan yang aman dan tertib bagi seluruh warga.

3. Fasilitasi dan Pemberdayaan Perlindungan Masyarakat

Lembaga ini juga berperan dalam memberikan fasilitasi dan pemberdayaan terkait penyelenggaraan perlindungan masyarakat. Dengan demikian, mereka berperan dalam membangun kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

4. Tindak Penyelidikan

Memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan penyelidikan terhadap warga masyarakat, aparatur, atau badan hukum yang melakukan pelanggaran atas Perda atau Peraturan Kepala Daerah. Ini merupakan langkah penting dalam menegakkan hukum dan menjaga kepatuhan terhadap regulasi daerah.

5. Tindak Administrasi

Terakhir, melakukan tindakan administrasi terhadap warga masyarakat, aparatur, atau badan hukum yang melakukan pelanggaran atas Perda atau Peraturan Kepala Daerah. Tindakan administrasi ini dapat berupa sanksi atau tindakan lain yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

Jadi itu merupakan tugas dan sejarah hari Pamong Praja. Semoga artikel ini bisa memberikanmu informasi.

 

(Kaje/Usamah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City