Staf Khusus Presiden: Pemimpin Tak Sebatas Jabatan Politik dan Publik

Pemimpin Tak Sebatas Jabatan Politik dan Publik
Ilustrasi - Pemimpin. (Pixabay)

Bagikan

JAKARTA,TM.ID: Koordinator Staf Khusus Presiden RI AAGN, Ari Dwipayana mengingatkan bahwa pemimpin tak hanya terkonsetrasi hanya pada tingkatan negara dengan jabatan politik dan publik.

Untuk itu, dia berharap para pemimpin komunitas tidak terburu-buru memasuki politik praktis untuk menduduki jabatan politik maupun publik, sebab pemimpin umat dan komunitas di akar rumput juga perlu dijaga.

“Maka dari itu bapak ibu sekalian sebagai pemimpin-pemimpin komunitas, jangan cepat-cepat masuk ke dalam kepemimpinan formal. Bapak ibu sekalian adalah pemimpin-pemimpin umat, pemimpin komunitas yang umatnya-komunitasnya juga perlu dijaga,” kata Ari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (27/8/2023).

Hal itu disampaikan dia saat menjadi salah satu narasumber di acara bertajuk “Merayakan Indonesia: Suara Kultural untuk Pemimpin Nasional 2024” yang diselenggarakan oleh Forum Titik Temu di Jakarta, Sabtu (26/8/2023).

Dia menuturkan bahwa kekuasaan pemimpin saat ini sedianya sudah berada di lingkup komunitas bisnis, agama, budaya, dan berbagai kelompok masyarakat.

Namun, dia menyayangkan tidak banyak yang berkehendak menjadi pemimpin-pemimpin di lingkup komunitas tersebut.

Baca Juga : Sidang Tahunan MPR, Presiden: Pemimpin Harus Miliki Kepercayaan Publik

“Semua terserap menjadi pemimpin formal, menjadi pemimpin negara, menganggap semua pemimpin negara itu adalah satu-satunya yang akan mengubah kita semua,” tuturnya.

Ari mengingatkan pula bahwa pemimpin komunitas perlu menyiapkan regenerasi kepemimpinan yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa di masa depan.

“Oleh karena itu, menyiapkan pemimpin komunitas-komunitas yang tangguh adalah agenda utama yang harus dilakukan oleh kita semua hari ini,” ucapnya.

Di samping itu, Ari menyebut politik etik yakni persoalan integritas juga menjadi masalah dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini, yakni adanya inkonsistensi antara kata dan perbuatan.

“Hari-hari ini kita mengalami permasalahan polusi udara, udara di Jakarta hari ini membahayakan kesehatan kita. Akan tetapi, yang lebih membahayakan di tahun politik adalah polusi kata-kata karena akan banyak sekali kata-kata yang akan kita terima, kita dengar, ada yang bentuk dalam janji-janji, rayuan, dalam bentuk visi-misi, program-program itu semu kata-kata,” katanya.

Untuk itu, dia mengingatkan masyarakat waspada lantaran kata-kata kerap membuat terlena, bahkan banyak pemimpin agama yang terpeleset karena kata-kata.

“Mari jadilah warga negara yang baik, yang aktif sehingga kita bisa melahirkan pemimpin-pemimpin yang baik, dan setelah pemimpin itu terpilih kita bisa kontrol ramai-ramai,” kata Ari.

Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki, hingga istri Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Sinta Nuriyah.

 

(Aziz/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Persib Siapkan Mode Manuver Senyap
Persib Siapkan Mode Manuver Senyap Untuk Bangun Skuatnya di Musim Depan
Performa Robi Darwis Dapat Sorotan Tajam
Performa Robi Darwis Dapat Sorotan Tajam, Bojan Hodak Pasang Badan
Kesenian Gembyung Subang - YouTube Kebudayaan Subang
Kesenian Gembyung: Warisan Budaya Tradisional Kabupaten Subang
Tasikmalaya Sandal Tarumpah
Keren! Tasikmalaya Punya Sandal Tarumpah
Fakta unik domba
Domba Hewan Mudah Ditipu, Gini Kata Dosen IPB!
Berita Lainnya

1

Daftar Pajak Isuzu Panther, Semua Tipe Lengkap!

2

Daftar Pajak Kijang Diesel, Semua Tipe Lengkap!

3

Tanggul Jebol, Ribuan Makam di TPU Bojongsoang Kabupaten Bandung Terendam Banjir

4

Inflasi Kota Bandung Hingga 10 Persen Akibat Lonjakan Harga Jelang Ramadan

5

Gubernur Dedi Mulyadi Perjuangkan Nasib Siswa yang Gagal Ikuti SNBP Akibat Kelalaian Sekolah
Headline
Peluncuran Bank Emas Prabowo
Peluncuran Bank Emas, Prabowo: Pertama dalam Sejarah Bangsa Indonesia
Anto Boyratan
Ukir Sejarah! Anto Boyratan Jadi Atlet Indonesia Pertama di Liga Basket Australia
BPBD Kabupaten Bandung, banjir
BPBD Kabupaten Bandung: Tanggul Jebol Sungai Cikapundung Kolot Genangi Ribuan Rumah Warga
Sampah Penuhi Sungai Citarum Kiriman dari Kota dan Kabupaten Bandung
BBWS Sebut Sampah Penuhi Citarum Kiriman Kota dan Kabupaten Bandung

Dapatkan fitur lebih lengkap di aplikasi Teropong Media.