Soal Kematian Mahasiswa UKI Masih Berlanjut, 2 Saksi Beberkan Fakta Baru

Kematian mahasiswa UKI
Ilustrasi. (Istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Soal kematian Kenzha Erza Walewangko (22), mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang tewas di area kampus pada Selasa (4/3/2025), dua orang saksi beberkan fakta baru.

Dalam rapat dengan pendapat (RPD) dengan komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (30/4/2025), dua orang saksi bernama Eril dan Eliza Gilbert menyampaikan fakta baru, setelah sebelumnya keduanya menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolda Metro Jaya.

Eril sebagai saksi pertama mengaku berada di lokasi sejak awal kejadian. Ia mengatakan awalnya situasi di kampus masih kondusif, lalu saat Kenzha dan teman-temannya mabuk dan mulai berteriak-teriak berujung ada keributan, situasi mulai tegang.

Ketegangan semakin terlihat saat salah satu temannya menegur Kenzha untuk pulang namun dengan bentakan.

“Situasi sudah mulai tidak kondusif dan ada beberapa sekuriti yang datang,” kata Eril, dikutip Kamis (30/4/2025).

Kemudian, Eril mengaku berinisiatif untuk membawa korban menjauh dari lokasi keributan, namun situasi semakin tak memungkinkan. Namun, Eril tak melihat apakah Kenzha dipukuli atau tidak.

“Saya ditarik oleh saudara Eliza ke belakang dan saya tidak melihat lagi apa yang terjadi di situ,” ujar Eril.

Saksi lainnya bernama Eliza mengaku melihat langsung aksi kekerasan yang terjadi terhadap Kenzha. Kenzha sempat menggoyang-goyangkan pagar, lalu diamankan oleh sekuriti.

Lalu, situasi semakin buruk saat tiga orang diduga pelaku kekerasan yakni Geri, Thomas, dan Elon menghampiri Kenzha.

“Geri, Thomas, dan Elon ini menghampiri korban untuk meminta keterangan. Kenapa lo masih teriak-teriak seperti itu? Tidak lama kemudian, si Geri memukul dia. Memukul korban,” kata Eliza.

Aksi kekerasan berlanjut bahkan setelah Kenzha sudah di atas motor saat ingin dibawa ke IGD RS UKI oleh salah satu sekuriti.

Kepala korban dibenturkan sebanyak tiga kali, tepatnya di bagian kepala belakang sebelah kanan. Korban tidak sadarkan diri dan sempat diperiksa oleh sekuriti.

“Saya melihat Thomas ini lepas dari jeratan sekuriti, berlari ke arah korban. Sampai akhirnya saya mendengar suara tulang ketemu tulang. Kencang sekali. Sampai akhirnya korban jatuh, kepala korban sampai dibenturkan ke atas aspal,” ucap Eliza.

Menurut Eliza, adanya dugaan penghapusan bukti oleh beberapa pihak. Eliza bahkan melihat ada tiga orang yang datang ke seorang bapak-bapak yang diduga merekam kejadian dan memaksanya menghapus rekaman dari galeri dan tempat sampah.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly menegaskan, tak ada pengeroyokan terhadap kasus kematian Kenzha.

“Tidak terlihat bahwa terjadi pengeroyokan, kalau keributan iya. Ada terjadi keributan, tetapi tidak terjadi pengeroyokan seperti yang disampaikan,” kata Nicolas.

Selain itu, dalam RDP tersebut Nicolas memaparkan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 47 saksi.

Baca Juga:

Penyelidikan Kasus Mahasiswa UKI Dihentikan

Polisi Terima Hasil Labfor Kematian Mahasiswa UKI

Rinciannya, 26 saksi dari pihak mahasiswa UKI, delapan saksi dari sekuriti kampus UKI, tujuh saksi pihak RS UKI, tiga saksi dari pihak rektorat UKI, satu orang saksi pihak keluarga korban, satu orang saksi pihak driver kampus UKI, dan satu saksi penjual minuman alkohol.

Para saksi yang dimintai keterangan diketahui bukanlah mahasiswa yang turut mengonsumsi minuman beralkohol bersama korban.

(Virdiya/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
EISCC 2026 DIMULAI (6)
Juara Dunia Panjat Tebing Ramaikan EISCC ke-17 di Bandung
WhatsApp Image 2026-08-13 at 14.44
KDS Dorong Penguatan PAD dan Efisiensi APBD di Tengah Tantangan Fiskal
20191212-xavi-al-sadd
Xavi Akhiri Tradisi 48 Tahun Belanda Tanpa Pelatih Asing
Berita Lainnya

1

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

2

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City
WhatsApp Image 2026-08-10 at 18.25
Wali Kota Bandung Titip Pesan Kebangsaan kepada Paskibraka, Bukan Sekadar Baris-Berbaris
WhatsApp Image 2026-08-08 at 17.03
Farhan: Komunitas Turut Perkuat Pariwisata dan Promosi Kota Bandung