Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Digelar Besok, Libatkan Sejumlah Elemen Pemerintah

Pantau Hilal di 33 Titik, Sidang Isbat 2025 Didelar 29 Maret 2025
Ilustrasi-Memantau Hilal penentuan Syawal Hari Raya Lebaran 2025 atau Idulfitri 1446 Hijriyah (bing)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat pada Kamis (19/3) untuk menentukan awal 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri 2026.

Sidang akan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, kantor Kemenag di Jakarta Pusat mulai pukul 16.00 WIB. Hasil keputusan ini menjadi momen yang dinantikan umat Muslim di Indonesia untuk memastikan hari pelaksanaan Lebaran.

Libatkan Banyak Pihak

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad menjelaskan, sidang isbat akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pakar astronomi hingga perwakilan organisasi Islam.

Sejumlah lembaga yang turut dilibatkan antara lain BMKG, BRIN, planetarium, observatorium, serta instansi terkait lainnya.

Dalam sidang tersebut, pemerintah akan menggunakan dua metode utama, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).

Potensi Lebaran 20 atau 21 Maret

Jika hilal sudah memenuhi kriteria saat pengamatan pada 19 Maret 2026, maka Idulfitri bisa jatuh pada 20 Maret. Namun jika belum terlihat, maka Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari dan Lebaran diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.

Secara kalender resmi Kemenag, Idulfitri 1447 H diperkirakan berlangsung pada 21 Maret 2026. Prediksi ini juga sejalan dengan analisis BRIN.

Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin menyebut secara astronomi posisi hilal pada 19 Maret belum memenuhi kriteria MABIMS (tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat).

Baca Juga:

Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 1447 H/2026 M Pindah Lokasi, Ini Rangkaian Acaranya

Data BMKG: Hilal Sulit Terlihat

Sementara itu, BMKG memperkirakan tinggi hilal saat matahari terbenam berada di kisaran 0,91 derajat hingga 3,13 derajat, dengan elongasi antara 4,54 hingga 6,1 derajat.

Dengan kondisi tersebut, hilal diperkirakan belum memenuhi kriteria visibilitas, sehingga peluang Lebaran jatuh pada 21 Maret 2026 lebih besar.

Muhammadiyah Tetapkan 20 Maret

Di sisi lain, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026 berdasarkan metode hisab.

Perbedaan ini merupakan hal yang lazim terjadi setiap tahun, mengingat adanya perbedaan metode dalam penentuan awal bulan Hijriah.

Keputusan final pemerintah tetap akan diumumkan setelah sidang isbat selesai digelar pada Kamis petang.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian