Siap-siap, Panti Asuhan Tak Berizin Bakal Ditutup!

panti asuhan tak berizin
(Mandiri Utama)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah akan mengatur secara tegas keberadaan panti asuhan. Hal ini buntut maraknya lembaga panti asuhan yang tak terdaftar dan terakreditasi.

Bahkan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan adanya praktik ilegal seperti perdagangan bayi yang dilakukan di sejumlah panti.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, dirinya akan membahas persoalan ini dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) bersama Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat pekan depan.

Adapun tujuan dari rencana pertemuan Gus Ipul dengan Menko Muhaimin Iskandar (Cak Imin) tersebut adalah untuk menertibkan panti asuhan yang belum memiliki izin dan akreditasi.

Disanksi Hingga ditutup

Mensos mengatakan lembaga kesejahteraan anak atau panti asuhan yang tidak memiliki izin akan ditindak dengan tegas.

“Atau kalau tidak (ada izin) ya kita minta yang punya wewenang untuk menutup kalau memang mereka masih belum mau memproses legal formalnya,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul mengungkapkan bahwa panti asuhan yang tidak terdaftar umumnya mengelola panti lewat donasi, dengan tujuan profit.

“Bahkan, sebagian hanya untuk mencari uang, untuk mencari donasi,” ujar dia.

Didukung KPAI

Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Rahmayanti menyatakan, negara harus hadir untuk memastikan anak-anak di panti asuhan mendapatkan hak-haknya, mulai dari perlindungan hingga pendidikan.

Dia mengatakan bahwa dirinya menemukan panti asuhan yang dikelola tidak secara benar, di mana ditemukan ada kasus kekerasan seksual, hingga perdagangan bayi dengan korban yang luar biasa tinggi.

Ai mengatakan, dirinya setuju jika panti asuhan yang tidak menjalankan tata kelola yang baik, dan cenderung melakukan tindakan melanggar hukum, perlu untuk ditutup.

Baca Juga:

Program CSR PT Satria Piranti Perkasa Berikan Dukungan untuk Panti Asuhan di Karawang

Akhir Pelarian Buron Predator Pencabulan Panti Asuhan Tangerang!

Dia mengatakan, ada banyak panti asuhan dikelola baik swasta maupun pemerintah, tidak memiliki monitoring dan evaluasi. Oleh karenanya, ia mendorong agar banyak pihak mengawasi aktivitas panti asuhan yang dicurigai melakukan pelanggaran hukum.

“Nah ini yang kami pikir konteksnya kalau untuk dipulihkan atau, merevitalisasi, setuju. Karena kepentingan besarnya, yaitu banyak sekali anak-anak yang sudah lahir tumbuh,” tegas dia.

(Anisa Kholifatul Jannah/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City