Seniman di Irlandia Dapat Tunjangan Rp22 Juta Per Bulan

Irlandia
Ilustrasi Pemerintah Irlandia berikan tunjangan ke seniman (Pexels)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Irlandia resmi menetapkan program Basic Income for the Arts (BIA) sebagai kebijakan permanen, menjadikannya salah satu langkah paling progresif di dunia dalam mendukung kehidupan para pelaku seni.

Melalui program ini, ribuan seniman akan menerima tunjangan tetap sebesar €325 per minggu, atau sekitar Rp22 juta per bulan, yang dibayarkan langsung oleh negara.

Kebijakan ini bukanlah eksperimen baru. Program BIA pertama kali diuji pada tahun 2022 dengan melibatkan sekitar 2.000 seniman dari berbagai bidang  mulai dari seni rupa, musik, teater, hingga sastra.

Setelah berjalan lebih dari dua tahun, hasil evaluasi menunjukkan dampak sosial yang sangat positif: penerima tunjangan mengalami penurunan tekanan finansial, memiliki lebih banyak waktu untuk berlatih dan berkarya. Serta menunjukkan stabilitas mental yang lebih baik.

Pengakuan Negara terhadap Peran Vital Seniman

Pemerintah Irlandia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap peran penting seniman dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Menteri Kebudayaan Irlandia menyebut, seniman berkontribusi besar dalam membangun identitas nasional dan memperkaya kualitas hidup warga.

Dengan dukungan finansial yang stabil, para seniman diharapkan bisa lebih fokus menciptakan karya-karya bermakna tanpa harus terus dihantui kekhawatiran ekonomi.

Mulai tahun 2026, cakupan program ini akan diperluas agar lebih banyak pelaku seni dapat menerima manfaat serupa. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Irlandia sebagai negara yang menempatkan sektor kebudayaan sejajar dengan pembangunan ekonomi dan sosial.

Baca Juga:

Viral Siswa Live Tiktok Saat TKA 2025, Ini Sanksinya!

MKD Gelar Sidang Perdana Terkait “Joget Viral Anggota DPR” Bersama MPR

Nilai yang Setara Setengah Upah Minimum Nasional

Sebagai perbandingan, upah minimum di Irlandia saat ini berkisar Rp41 juta per bulan. Sehingga tunjangan dari program BIA setara hampir setengah dari upah minimum nasional.

Meski bukan jumlah penuh, nilai tersebut dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar para seniman dan memberikan ruang lebih luas bagi mereka untuk berinovasi tanpa tekanan ekonomi.

Kebijakan ini disambut antusias oleh komunitas seni global. Pemerintah Irlandia menilai mereka telah memberikan teladan bagi negara lain dalam menghargai karya dan kesejahteraan seniman.

Bagi banyak orang, langkah ini membuktikan bahwa seni bukan sekadar hiburan melainkan bagian penting dari kehidupan dan kemajuan bangsa.

(Hafidah Rismayanti/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City