Sengketa Lahan Picu Bentrok Warga Dua Desa di Kepulauan Aru, 2 Orang Tewas

Bentrok Warga Kepulauan Aru
Ilustrasi. (Istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

MALUKU, TEROPONGMEDIA.ID – Bentrok berdarah antara warga Desa Longgar dan Desa Apara, Kecamatan Aru Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, menyoroti kembali persoalan sengketa lahan di wilayah perbatasan desa. Konflik yang pecah sejak Kamis (1/1) dan kembali memanas pada Jumat (2/1) pagi itu menewaskan dua orang dan menyebabkan enam warga lainnya luka-luka.

Kapolres Aru AKBP Albert Perwira Sihite membenarkan insiden tersebut dan menyebutkan bahwa bentrokan dipicu oleh klaim kepemilikan lahan di wilayah perbatasan kedua desa. Sengketa yang belum terselesaikan itu kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan massal.

“Kami telah mengerahkan sekitar 30 personel Brimob dan anggota Polres Aru ke lokasi melalui jalur laut untuk mengamankan situasi,” kata Albert, dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (3/1/2026).

Baca Juga:

Polisi Amankan 22 Warga Salembaran Tangerang setelah Bentrok dengan Petugas

Bentrokan bermula dari insiden pemukulan terhadap dua warga Desa Longgar yang melintas di wilayah perbatasan. Ketegangan yang sempat diredam aparat dan tokoh agama kembali pecah keesokan harinya ketika warga dari kedua desa kembali berkumpul dan saling serang menggunakan senjata tajam, senapan angin, serta busur panah.

Akibat bentrokan tersebut, dua warga dilaporkan meninggal dunia, masing-masing Antoni Sareman dari Desa Longgar dan Hery Marlisa (40). Sementara enam orang lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendekatan persuasif kepada warga. Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah kini memfokuskan upaya pada penghentian kekerasan serta membuka ruang dialog antar tokoh masyarakat dari kedua desa.

“Kami sedang mengumpulkan tokoh-tokoh yang berpengaruh agar warga bisa menahan diri dan tidak terprovokasi isu-isu yang dapat memecah persaudaraan di Maluku,” ujar Timotius dalam keterangan tertulis.

Ia juga meminta seluruh pihak menyerahkan penanganan konflik kepada aparat penegak hukum dan menghentikan aksi balasan. Menurutnya, situasi keamanan di wilayah perbatasan desa saat ini mulai berangsur kondusif setelah aparat gabungan dikerahkan.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City