Sempat Meleleh, Gunung Fuji Kembali Dilapisi Salju

Gunung Fuji bersalju
(pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Beberapa waktu lalu sempat digemparkan kabar mencairnya salju di gunung fuji yang belum pernah lagi terjadi sejak 130 tahun yang lalu.

Melansir bbc.com, Gunung Fuji di Jepang mengalami hujan salju pertamanya setelah melewati periode terpanjang tanpa salju sejak pencatatan dimulai 130 tahun lalu.

Salju turun di puncak tertinggi Jepang sekitar sebulan lebih lambat dari yang diperkirakan, saat negara itu pulih dari salah satu musim panas terpanasnya. Berita itu disambut baik, dengan penduduk setempat merayakan dan berbagi foto puncak yang diselimuti salju.

Salju mulai nampak pada hari Rabu, 6 November, oleh cabang Badan Meteorologi Jepang di Shizuoka. Saat foto-foto puncak bersalju tersebar pada hari Rabu, seorang pengguna X berkomentar, “Wah, saya sudah lama menunggu ini”. Yang lain menulis, “Saya tidak pernah segembira ini ketika turunnya salju pertama tahun ini”.

Kantor badan cuaca di Kofu secara resmi mengonfirmasi keberadaan salju di puncak Gunung Fuji pada hari Kamis. Gunung Fuji tidak dapat meletus pada hari Rabu karena awan menghalangi pandangan ke puncak.

Menurut kantor berita AFP, ini adalah penampakan paling terlambat sejak 2023 ketika salju pertama kali terlihat di puncak pada 5 Oktober. Rekor sebelumnya adalah pada 26 Oktober yang terjadi dua kali, pada tahun 1955 dan 2016.

BACA JUGA: Gunung Fuji Tak Berselimut Salju, Pertama Kali dalam 130 Tahun!

Terletak di barat daya Tokyo, Gunung Fuji berdiri setinggi 3.776 m (12.460 kaki). Gunung ini terakhir meletus lebih dari 300 tahun yang lalu dan dapat dilihat dari ibu kota pada hari yang cerah. Dengan suhu antara Juni dan Agustus 1,76C (3,1F) lebih tinggi dari rata-rata, Jepang mengalami musim panas terpanas kedua dalam sejarah – yang lainnya terjadi pada tahun 2003.

Meskipun sulit untuk menghubungkan turunnya salju yang tertunda di Gunung Fuji secara langsung dengan perubahan iklim, hal itu sejalan dengan apa yang diprediksi para ahli bahwa dunia sedang memanas.

 

(Kaje/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun