Sampah Menggunung di Pasar Gedebage, Pemkot Bandung Minta Bantuan Pemprov dan KLH

Pemkot Bandung Ambil Alih Pengelolaan Pasar yang Dinyatakan Kondisinya Sangat Darurat
Ilustrasi-Tumpukan Sampah yang Menggunung di Pasar Gedebage Kota Bandung Sebelum Diangkut ( Kyy/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan angkat bicara terkait Pasar Gedebage tidak memiliki jatah pembuangan sampah ke TPA Sarimukti hingga akhirnya sampah menumpuk di pasar tersebut.

Seperti diketahui, sampah di bagian belakang Pasar Gedebage menumpuk sebanyak 1.120 meter kubik atau 600 ton hingga meluber ke akses mobil truk pengangkut sampah dari warga, bahkan sebagian jalan tampak becek dan dipenuhi air lindi.

Farhan mengatakan, terkait hal tersebut pihaknya sudah melaporkan kondisi pasar itu ke Pemprov Jabar, kemudian pihak provinsi akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

“Maka yang akan kita lakukan sekarang, adalah menyerahkan ke pemerintah provinsi dan pusat,” kata Farhan, Sabtu (26/4/2025).

Tidak adanya jatah pembuangan sampah dari Pasar Gedebage tersebut karena hingga saat ini ritase pembuangan sampah dari Kota Bandung ke TPA Sarimukti dibatasi hanya dapat membuang 140 ritase per hari.

“Pengennya kita angkut langsung, tapi kalau kita kita angkut langsung dalam waktu 47 hari baru habis. Itu pun kalau kita mendapatkan tambahan 5 ritase dari pemerintah provinsi,” ucapnya.

Baca Juga;

Truk Kepergok Buang Sampah ke Kali Bekasi, Netizen: Harus Pidana!

Wali Kota Bandung Akui Adanya Tumpukan Sampah di TPS

Sampai saat ini, kata Farhan, pihaknya belum mendapatkan tambahan 5 ritase itu, sehingga meski pihaknya ingin segera bergerak. Namun, bagaimana pun juga harus melibatkan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

“Jadi, kita selesaikan dulu nih komunikasi kami bertiga dari pemerintah kota, provinsi, dan pusat,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur PT Ginanjar Saputra sebagai pengelola Pasar Gedebage, Dodi Chandra mengatakan, adanya tumpukan sampah tersebut akibat pasar ini tidak memiliki jatah ritase pembuangan ke TPA Sarimukti di Bandung Barat.

“Kita gak dikasih jatah ritase pembuangan, sama sekali zero. Kita sudah bersurat juga ke DLH Kota Bandung dan bilang tidak ada kuota buat Pasar Gedebage,” ujar Dodi.

Untuk mengatasi tumpukan sampah tersebut, pihaknya juga sudah mengirimkan surat ke DLH Provinsi Jawa Barat untuk meminta jatah pembuangan ke TPA, tetapi hingga saat ini belum disetujui.

“Jadi kita gak diam dan sudah rapat juga dengan DLH Provinsi. Kita PT Ginanjar dengan Perumda Pasar sudah inisiatif sendiri buat mencari jalan keluar atas tidak adanya kuota ritase pembuangan ini,” pungkasnya.

(Kyy/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City