Rupiah Menguat Tipis, Efek Kenaikan BBM dan Bayang-Bayang Ketegangan Global

prediksi IHSG saham
Ilustrasi. (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi, naik 34 poin atau sekitar 0,20 persen ke level Rp17.155 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.189 per dolar AS.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan ini salah satunya dipicu kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM nonsubsidi.

Menurutnya, langkah tersebut dinilai pasar dapat membantu mengurangi tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga memberi sentimen positif bagi rupiah.

“Rupiah berpotensi menguat karena kebijakan ini dianggap bisa meringankan beban fiskal,” ujarnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Di Jakarta, harga Pertamax Turbo melonjak menjadi Rp19.400 per liter dari Rp13.100, sementara Dexlite naik ke Rp23.600 dan Pertamina Dex menjadi Rp23.900 per liter.

Baca Juga:

Pengamat: Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Bakal Picu Inflasi

Penyesuaian harga ini dilakukan mengikuti formula yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Namun, di tengah sentimen domestik yang positif, rupiah masih dibayangi faktor eksternal. Ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz turut memberikan tekanan terhadap pasar keuangan global.

Situasi di jalur distribusi energi penting tersebut kembali memanas setelah pernyataan dari Korps Garda Revolusi Islam Iran yang menyebut kawasan itu berada dalam pengawasan ketat menyusul blokade oleh Amerika Serikat.

Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati. Investor masih menunggu perkembangan negosiasi antara AS dan Iran yang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat, serta hasil Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG).

Lukman memperkirakan Bank Indonesia kemungkinan mempertahankan suku bunga acuannya. Namun, dengan tekanan terhadap rupiah dalam beberapa waktu terakhir, tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian kebijakan.

“Pasar masih wait and see. Ada potensi suku bunga dinaikkan jika tekanan berlanjut,” jelasnya.

Dengan kombinasi sentimen domestik dan global, pergerakan rupiah dalam waktu dekat diperkirakan masih akan fluktuatif, mengikuti dinamika kebijakan ekonomi dan perkembangan geopolitik internasional.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City