BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Di tengah maraknya perbincangan mengenai band Sukatani yang dikabarkan mengalami intimidasi akibat membawakan lagu “Bayar Bayar Bayar”, Rina Nose justru tampil dengan gebrakan baru.
Melalui akun Instagram pribadinya, ia membagikan video penampilannya sebagai vokalis band Methosa. Membawakan lagu berjudul “Bangun Orang Waras” yang sarat akan kritik sosial.
Dalam unggahannya pada Senin (24/2/2025), Rina bersama personel band Methosa menyanyikan lagu yang menyinggung berbagai isu sosial, termasuk eksploitasi lingkungan. Salah satu bagian lirik yang viral di media sosial berbunyi:
“Hutan adat itu rumah kami dijual. Kini ratusan tahun kami sudah di sini. Sekarang menjadi lahan sawit oligarki!”
Lirik tajam ini langsung mengundang perhatian netizen karena dinilai memiliki kesamaan tema dengan lagu “Bayar Bayar Bayar” milik Sukatani, yang juga menyuarakan kritik terhadap praktik-praktik yang dianggap merugikan rakyat.
Lagu dengan Makna Mendalam
Lirik yang dinyanyikan Rina Nose dinilai sebagai ajakan bagi masyarakat untuk lebih kritis terhadap berbagai kebijakan yang merugikan lingkungan dan masyarakat adat.
Lagu ini tidak hanya menjadi bentuk ekspresi seni, tetapi juga mendorong publik untuk mengawasi dan mengkritisi kinerja pemerintah dalam mengelola sumber daya alam dan hak-hak rakyat.
BACA JUGA:
Akankah Band Methosa Mengalami Nasib Serupa?
Isu intimidasi terhadap band Sukatani membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah Methosa dan Rina Nose akan menghadapi tekanan yang sama? Mengingat tema kritik yang diangkat dalam “Bangun Orang Waras” memiliki relevansi dengan lagu “Bayar Bayar Bayar”. p
Publik menunggu bagaimana reaksi pihak-pihak terkait terhadap keberanian Rina Nose dalam menyuarakan suara rakyat melalui musiknya.
Pada Rabu (6/3/2025), Rina Nose yang ditemui di Cawang, Jakarta Timur, menyatakan bahwa seni seharusnya menjadi medium kebebasan berekspresi.
“Lagu-lagu seperti ini adalah suara rakyat. Kita tidak bisa membungkam ekspresi yang memperjuangkan keadilan,” ujarnya.
Apapun yang terjadi ke depan, baik Methosa maupun Rina Nose telah menunjukkan bahwa musik tetap menjadi alat yang kuat dalam menyampaikan pesan sosial.
Kini, publik menanti bagaimana respons dari berbagai pihak terkait dengan keberanian mereka dalam berkarya.
(Hafidah Rismayanti/Aak)